SELAMAT DATANG DI WWW.NGAWI-DATABERITA.BLOGSPOT.CO.ID*-KUMPULAN BERITAKU-*

Senin, 11 September 2017

SDN Kendal 1 Banyak Cetak Murid Yang Unggul Dan Berprestasi




Ngawi, SURYA INDO

Pendidikan di sekolah dasar merupakan upaya untuk mencerdaskan dan mencetak kehidupan bangsa yang bertaqwa, cinta dan bangga terhadap bangsa dan negara, terampil, kreatif, berbudi pekerti yang santun serta untuk menumbuhkan minat, mengasah kemampuan pikir, olah tubuh dan naluri. diselenggarakan untuk mengembangkan sikap dan kemampuan serta memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk hidup dalam masyarakat serta mempersiapkan peserta didik yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan menengah.

Demi meningkatkan mutu dan prestasi anak-anak didiknya, Sumartini, S.Pd, selaku Kepala Sekolah SD Negeri Kendal 1, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, terus berusaha melakukan berbagai terobosan dan inovasi. Mulai dari peningkatan disiplin bukan hanya diterapkan pada anak-anak didiknya, tetapi juga pada guru-guru.

“Utamanya peningkatan disiplin baik kepada murid-murid maupun guru-guru agar tercipta komitmen untuk melayani dengan segenap hati demi terciptanya sumber daya manusia yang mampu berprestasi dan bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Sumartini, S.Pd.

Dengan upaya tersebut, sekolah dasar yang terletak di Desa Kendal, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi ini menjadi sekolah yang patut diperhitungkan untuk Kabupaten Ngawi dari segudang prestasi yang ditorehkan baik tingkat kecamatan maupun Kabupaten.

Masih menurut Sumartini, S.Pd, Di antara prestasi yang sudah diraih, Juara I Siswa Berprestasi Putri tingkat Kabupaten Ngawi tahun 2013, dan dikirim ke tingkat propinsi masuk dalam 12 besar, dan Juara III Umum Jumbara tahun 2015 yang diselenggarakan di Lapangan Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi. Serta segudang prestasi lainnya. .
“Kami sangat bersyukur dengan segudang prestasi yang berhasil diukir oleh murid-murid sebagai wujud komitmen mereka untuk berbuat yang terbaik serta dorongan dari guru-guru profesional di sekolah ini,” ujar kepala sekolah yang dikenal dengan murah senyum namun tegas ini.

Lanjutnya, sesuai dengan misi dari SDN Kendal 1 ini, untuk menumbuhkan semangat beribadah kepada seluruh warga sekolah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing, kami setiap Ahad pagi pada bulan terakhir mengadakan pengajian bersama yang dihadiri oleh seluruh anak didik, guru-guru dan warga sekitar serta mubaliq-mubaliq lokal.

Disamping itu, untuk menunjang kegiatan ekstra kurikuler bagi siswa-siswinya, SDN Kendal 1 juga memiliki alat-alat drum band lengkap beserta seragamnya, pakaian tari lengkap, satu set gamelan, dan hadroh, yang mana di setiap kegiatan tahunan baik di kecamatan maupun pemerintah Kabupaten Ngawi selalu tampil mengisi acara kegiatan tersebut.

Menurutnya, “Proses belajar mengajar di sini berjalan lancar, guru-guru mampu mengajar anak didiknya, baik dalam akademik non akademik. Dalam kegiatan ekstrakulikuler, baik drum band, tari, hadroh, maupun gamelan, tanpa mendatangkan pelatih dari luar,”paparnya.

Masih dikesempatan yang sama, Sumartini berharap, setelah pensiun di akhir Bulan April 2016 ini, yang akan menggantikannya sebagai Kepala Sekolah SDN Kendal 1 ini, memiliki hati yang tulus dan amanah, demi kemajuan anak-anak didik SDN Kendal 1 kedepannya, baik dalam bidang akademik maupun non akademik. 

JUARA MELAHIRKAN JUARA




Ngawi, SURYA INDO

Berlatar belakang juara II guru berprestasi tingkat nasional pada tahun 2013, tidak membuat Agus Supriyono berpuas diri dan berhenti berprestasi. Ketika mendapat amanah untuk  menjadi Kepala Sekolah di SMA Negeri 1 Kendal Kabupaten Ngawi, Agus langsung tancap gas. Sekolah kategori pinggiran yang telah lama tidak diminati oleh masyarakat mendadak menjadi sekolah alternatif yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Gebrakan  pertama yang dilakukan oleh Kepala Sekolah muda yang pernah diundang ke Jerman, Perancis, Belgia dan Belanda itu adalah dengan memberi nilai plus pada sekolah kecil tersebut. Entrepreneur adalah tambahan nilai yang disematkan di belakang nama sekolah di lereng Utara Gunung Lawu itu. Inilah oleh-oleh dari Eropa, khususnya dari Jerman yang diaplikasikan di sekolah tempatnya mengabdi. Saat  ini, sekolah tersebut mengembangkan beberapa pendidikan dan pelatihan untuk memberi bekal keterampilan hidup pada siswa-siswanya.

Sedikitnya ada 5 program pelatihan yang dapat dipilih oleh siswa yaitu pertanian, tata rias, elektronika phone cell, komputer dan teknik sepeda motor. Bahkan  ke depan akan dikembangkan pelatihan montir mobil, menjahit maupun potong rambut. Dikembangkan pula progam short training bekerja sama dengan dinas UKM Kabupaten Ngawi yang memberi banyak jenis pelatihan pada siswa.

Bukan tanpa alasan Kepala Sekolah yang pernah menyandang gelar The Most Innovative Teacher dari muridnya itu menggelar program entrepreneur tersebut. Survey pertama menunjukkan data siswa yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi sangat minim, tak lebih dari 10% setiap tahunnya. Sembilan puluh persen tidak kuliah, sebagian kecil bekerja dan selebihnya menganggur di rumah. Survey kedua, latar belakang ekonomi orang tua siswa adalah menengah ke bawah. Mendengar kata kuliah saja orang tua siswa itu seperti sangat ketakutan. Yang terpikir di benak mereka adalah anak-anaknya harus bekerja dan dapat membantu perekonomian keluarga. Survey ketiga, kemampuan akademis siswa rata-rata di bawah sekolah umum lainnya yang berada di wilayah Ngawi.

“Kalau tidak diberi pelatihan keterampilan dan bekal entrepreneurship, setelah lulus anak-anak kami itu mau kerja apa?” ujar Agus sembari memberi argumen dasar pemikiran program entrepreneur di sekolahnya. Tanpa menduplikat sekolah kejuruan dan tanpa mengurangi tujuan sekolah umum, Agus bersama seluruh warga sekolah telah menancapkan taq line yang terus dikumandangkan setiap hari sebagai moto dan salam entrepreneur mereka; Siap Kuliah, Siap Kerja, Siap Mandiri, Sukses!

Hasilnya sungguh luar biasa! Jumlah siswa naik 100%. Sebagai bukti, siswa kelas XII sekarang saat belum ada program entrepreneur berjumlah 58 siswa, sementara kelas XI setelah ada program entrepreneur siswanya berjumlah 122 siswa.

Prestasi Agus tidak hanya sukses mendongkrak jumlah siswa dengan entrepreneurnya. Dalam pengembangan fisik, sekolah yang sebelumnya terkesan kumuh seperti disulap menjadi sekolah yang indah dan menyenangkan. Ruang-ruang seperti perpustakaan, ruang BK, kantor guru, ruang TU, Kopsis, ruang UKS telah berubah menjadi ruang-ruang rapi, bersih dan bergaya ala ruang-ruang modern sekarang. Lingkungan sekolah yang tidak tertata telah menjelma menjadi taman-taman sekolah yang asri dan nyaman. “Ini masih jauh dari angan-angan saya, mudah-mudahan tahun-tahun berikutnya akan semakin baik”, kata Agus penuh optimis.

Prestasi spektakuler diraih kepala sekolah berotak penuh impian terhadap sekolah kecilnya itu. September 2015 kemarin, dua siswa SMAN 1 Kendal plus Entrepreneur atas nama Arum dan Dita sukses meraih medali perunggu pada ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia tingkat nasional. Tim yang dibina langsung oleh Sang  Kepala Sekolah itu berhasil menyisihkan ratusan karya ilmiah yang dikirim oleh anak-anak hebat dari seluruh Indonesia dengan judul Urutan Huruf yang Mampu Diucapkan oleh Balita Ketika Belajar Berbicara dari Latar Belakang Berbeda. Kini peneliti-peneliti muda telah lahir di sekolah ndeso tersebut, puluhan siswa telah siap dengan judul-judul penelitian yang tak kalah menarik.

Tak kalah kerennya, berbekal juara guru berprestasi tingkat nasional, pada bulan November bertepatan dengan Hari Guru Nasional lalu, Kepala Sekolah yang dikenal cerdas ini mendapat penghargaan tertinggi di bidang pendidikan. Setelah mengikuti seleksi adminstrasi yang ketat, Agus Supriyono, M.Pd., ditetapkan sebagai salah seorang dari sepuluh guru tingkat SMA/SMK se Indonesia sebagai guru pemeroleh Anugrah Satyalancana Pendidikan tahun 2015 dari Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo.

Itulah Agus Supriyono, guru berprestasi yang ketika menjadi Kepala Sekolah juga terus melahirkan prestasi. Ibarat buah, jatuhnya tak jauh dari pohonnnya, SMAN 1 Kendal walau sekolah kecil di pinggiran, ibarat  buah, akhirnya terbawa juga  prestasinya dari Sang Kepala Sekolah berprestasi sebagai pohonnya. Juara sejati memang harus melahirkan juara! Agus telah membuktikannya.