SELAMAT DATANG DI WWW.NGAWI-DATABERITA.BLOGSPOT.CO.ID*-KUMPULAN BERITAKU-*
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 September 2017

Diklat Kepemimpinan Dasar BANSER NU Satkorcab XII-32


Ket. Photo : Photo Bersama Narasumber Diklat Banser NU Satkorcab XII-32 Ngawi, angkatan ke 37

Ngawi, SURYA INDONESIA

Pada tanggal 16-18 Desember 2016, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Ngawi mengadakan Diklat Kepemimpinan Dasar pada kader Barisan Ansor di MPC Pesatren ‘Alfallah’ yang diikuti sekitar 36 orang peserta.

Dalam kegiatan Diklat tersebut, peserta dibekali dengan sejarah faham Ahlussunnah wal jamaah (Aswaja), sejarah berdirinya Nadlatul Ulama (NU), tentang Faham Wahabi, Tokoh-Tokoh NU, serta sejarah lahirnya Gerakan Pemuda ANSOR (GP-Ansor) serta pengertian dan struktur organisasi GP-Ansor. Tak ketinggalan juga diajarkan  tentang ke-Banser-an dan Bela Negara. Selain itu, juga dibekali dengan latihan baris berbaris oleh anggota Koramil, Ke-lalulintas-an oleh anggota Polsek/ Satlantas dan olah raga.

Nara sumber dalam diklat tersebut, antara lain: KH Shodiq dan Ngali Marwani menyampaikan materi Aswaja, Munir Wahono dan Bahrul Afifi memberikan materi tentang ke-NU-an, Mustafkhim dan Wangsit menyampaikan tentang ke-organisasi-an, Sutrisno Huda dan H. Amar dengan materi ke-Anshor-an, Joko SW dan Maskun dengan Ke-Banser-annya serta Muridan dan Nur Wahid memberikan materi tentang Bela Negara.

Kegiatan Diklat tersebut dilaksanakan dengan tujuan antara lain, Pertama, membentuk dan mengembangkan generasi muda Indonesia sebagai kader bangsa yang cerdas dan tangguh, memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, kepribadian luhur, berakhlak mulia, sehat, terampil, patriotik, ikhlas dan beramal saleh, Kedua, menegakkan ajaran Islam  Ahlussunah Wal Jamaah dengan menempuh manhaj salah satu madzhab empat di dalam wadah negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ketiga, berperan secara aktif dan kritis dalam pembangunan nasional demi terwujudnya cita-cita kemerdekaan Indonesia yang berkeadilan, berkemakmuran, berkemanusiaan dan bermartabat bagi seluruh rakyat Indonesia yang diridhoi Allah SWT.

 Didalam Diklat Kepemimpinan ada beberapa kegiatan yang menyangkut kegiatan keagamaan, sosial kemasyarakatan, pembangunan dan bela negara yang teknis pelaksanaannya berpedoman pada program kegiatan Banser. Serta memiliki jenjang pelatihan pendidikan pengkaderan berjenjang kemudian Suspelat/ T.O.T dan dilanjutkan Diklatsus. Peserta Diklat Banser NU setelah selesai mengikuti seluruh kegiatan di Bai’at oleh Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Ngawi.

SMA Negeri Jogorogo Ikuti Lomba UKS Tingkat Propinsi


Ket. Photo I: Kepala Sekolah SMAN 1 Jogorogo, Yayuk Sri Rahayu, M.Pd (pakai jilbab) duduk bersama Ketua Tim Penilai Lomba Lingkungan Sekolah Sehat Propinsi Jatim, Susanto.

Ngawi, SURYA INDONESIA

Dalam rangka mengembangkan UKS di sekolah, SMA Negeri Jogorogo mengikuti Lomba UKS Tingkat Propinsi Jawa Timur. Semenjak tahun 2006, Tim SMA Negeri Jogorogo telah merintis UKS dengan bermodal ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya, namun tak berhenti sampai di situ, Tim UKS dari SMA Negeri 1 Jogorogo terus berjuang dan mengembangkan serta nekat untuk terus maju mengikuti Lomba UKS Tingkat Propinsi Jatim. Dengan harapan bisa menjadi juara dan naik tingkat dalam skala nasional.

Tahun 2011, SMAN 1 Jogorogo mencoba mengikuti lomba SSI tingkat propinsi mendapat juara harapan I, dengan berbekal itu, kemudian Tahun 2014, SMA Negeri 1 Jogorogo juga mengikuti lomba karakter sekolah tingkat propinsi untuk mengembangkan UKS dan Adiwiyata, mendapat juara I tingkat propinsi. Di tahun 2015, mengikuti lomba SSI tingkat propinsi mendapat juara III. Dengan jiwa pantang menyerah ini, di tahun 2016, SMA Negeri 1 Jogorogo masih terus mengikuti  Lomba Lingkungan Sekolah Sehat tingkat propinsi dengan harapan bisa menjadi juara pertama.

Pada hari Kamis, 1 Desember 2016 bertempat di Aula SMA Negeri Jogorogo, Tim Penilai Lomba Lingkungan Sekolah Sehat (LLSS) Tingkat Provinsi Jawa Timur bersama rombongan yang diketuai oleh Susanto disambut kedatangannya dengan ramah dan hangat oleh seluruh siswa-siswi SMA Negeri Jogorogo (SMAGO).

Kedatangan Tim Penilai Lomba Lingkungan Sekolah Sehat bersama rombongan didampingi oleh Sekda Kabupaten Ngawi, Drs. Siswanto, MM., Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi, Drs. Abimanyu, MSi., dan beberapa jajaran kedinasan terkait. Terlihat hadir juga, Muspika Kecamatan Jogorogo, Kepala Desa Jogorogo, Nur Ekawati, SE., Kepala UPTD Puskesmas Jogorogo, dr. Ririn Panca W., dan para tamu undangan.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMA Negeri Jogorogo, Yayuk Sri Rahayu, MPd., mengatakan bahwa “Perilaku hidup sehat tidak hanya menjadi slogan saja, melainkan sudah menjadi kebiasaan hidup sehari-hari. Baik, di sekolah maupun di rumah masing-masing. Bukan hanya karena adanya lomba saja, tetapi memang ini sudah menjadi kebiasaan dan budaya siswa-siswi SMA Negeri 1 Jogorogo. Dengan tujuan agar generasi bangsa ini memiliki sehat jasmani dan sehat rohani, berbudi pekerti luhur dan menjadi generasi penerus siap bersaing di lingkungan masyarakat. Alhamdulilah, pada hari Senin, 30 November 2016 lalu, Sekolah kami telah melaunching Kantin UKS yang diresmikan oleh Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono.” Tuturnya.

“Sekolah kami, telah mengadakan kerjasama dengan Kecamatan Jogorogo dan Puskesmas Jogorogo. Dan alhamdullilah, Camat Jogorogo, Drs. Supriyanto, MSi., mau menjadikan Kecamatan Jogorogo menjadi Kecamatan UKS,”lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Kabupaten Ngawi, Drs. Siswanto, MM., memberikan apresiasi dan motivasi pada Tim UKS SMA Negeri 1 Jogorogo untuk terus maju dan berjuang, pantang menyerah menjadikan lingkungan sekolahnya sehat. “Saya benar-benar merasakan kenyamanan, kerindangan, dan sejuk saat masuk ke SMA Negeri 1 Jogorogo ini, tidak terlihat satupun sampah maupun putung rokok tercecer di halaman sekolah. Seluruh warga SMA Negeri 1 Jogorogo terlihat kekompakannya dalam menjaga kebersihan sekolahnya,”terangnya dengan ekspresi kagum.

“Untuk itu, saya sangat mendukung dan berharap bahwa tahun ini, SMA Negeri 1 Jogorogo bisa mendapatkan juara pertama dalam lomba UKS Tingkat Propinsi Jawa Timur ini. Bisa membawa nama harum bagi Kabupaten Ngawi, khususnya di dunia pendidikan,”pungkasnya sambil tersenyum. Disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh tamu yang hadir.

Harapan ke depan, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Jogorogo, Yayuk Sri Rahayu, MPd., bahwa sekolah ini bisa lebih dikenal secara luas, bukan hanya di tingkat kabupaten saja, melainkan bisa dikenal di tingkat propinsi bahkan dalam skala nasional. Dengan segala prestasi terbaik yang telah diraihnya selama ini.

MIN Begal Giat Membangun Karakter Disiplin Pada Muridnya Berbuah Prestasi Gemilang


Ket. Photo: Ilustrasi Kegiatan di Min Begal Kecamatan Kedunggalar Ngawi

Ngawi, SURYA INDONESIA

Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan sikap, dan kepribadian dasar siswa untuk menjadi warga negara yang baik, yang mampu membangun bangsa dan negara.
Peranan guru disekolah adalah sebagai pegawai dalam hubungan kedinasan, sebagai bawahan terhadap atasannya, sebagai pendidik dalam hubungannya dengan anak didik, sebagai pengatur disiplin, dan sebagai pengganti orang tua.

Pelaksanaan strategi guru dalam menanamkan disiplin yang dijalankan dalam hubungannya dengan siswa ada yang bersikap keras atau guru berkuasa sepenuhnya terhadap tingkah laku siswa, siswa berbuat sesuai dengan perintah guru. Guru yang bersikap ramah tamah lembut penuh kasih sayang dan perhatian yang baik kepada siswa, dapat memberikan pengaruh yang positif, dapat juga mempengaruhi perilaku dan kepribadian siswa, terutama pada masa perkembangan usia sekolah.

Disiplin adalah tata tertib, dimana anak-anak yang ada disekolah harus tunduk atau patuh pada peraturan-peraturan yang ada dengan senang hati, dan penuh rasa tanggung jawab, disiplin merupakan kebutuhan yang sangat penting, tidak cukup hanya membuat aturan, tata tertib dan hukum saja, melainkan harus dilaksanakan, masalah ini harus dititik beratkan pada upaya untuk memotivasi anak agar mau dan mampu melakukan disiplin.

MIN Begal, Kecamatan Kedunggalar terus berupaya membangun karakter Disiplin pada muridnya, salah satunya dengan pendidikan dan latihan baris berbaris.  Dari tauladan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Begal, Wahib Burhani, S. Ag., yang memiliki disiplin kerja tinggi tersebut, akhirnya semua guru dan murid mau tak mau juga tumbuh karakter kedisiplinannya.

Menurut, Kepala MIN Begal, Wahib Burhani, S. Ag., “Dengan memberikan contoh kepada guru dan seluruh murid ini, tentunya akan membawa dampak yang baik bagi sekolah, khususnya para muridnya. Di tahun 2015, berhasil meraih prestasi yang gemilang menjadi Juara I Lomba Bercerita Tingkat Kabupaten Ngawi, kemudian masih di tahun 2015 meningkat lagi menjadi Juara I Lomba Bercerita Tingkat Propinsi Jatim dan lebih membanggakan lagi bisa meraih Juara Favorit Lomba Bercerita Tingkat Nasional,”tuturnya.

“Sejak dini, kita di sini selalu menanamkan kepada siswa akan arti pentingnya lingkungan hidup bagi kenyamanan proses belajar mengajar dan juga melatih karakter kedisiplinan siswa dengan pendidikan dan latihan baris berbaris yang pada akhirnya dapat membuahkan hasil dengan mengukir prestasi yang luar biasa,” lanjutnya. 

Harapan ke depan, “Semoga sekolah MIN Begal semakin dikenal oleh masyarakat luas, yang dikenal karena memiliki ciri khas khusus, selain bidang keagamaan tetapi juga kedisiplinannya. Sehingga menarik minat masyarakat sekitar untuk menyekolahkan anaknya di sini. Selain itu, di tahun-tahun mendatang para anak didik boleh semakin berprestasi lagi yang dapat mengharum nama sekolah, khususnya dan Kabupaten Ngawi pada umumnya,”pungkasnya.

Untuk diketahui, bahwa yang belajar MIN Begal ada 315 anak, hal tersebut merupakan sekolah favorit di Desa Begal. Meski terletak di wilayah desa, tidak melunturkan semangat untuk maju dalam prestasi akademik dan non akademiknya, baik guru dan anak didiknya. Terbukti dapat meraih prestasi yang membanggakan dan luar biasa dalam skala nasional.

Selasa, 19 September 2017

SMP Negeri 1 Jogorogo Berangkatkan Siswanya Studi Wisata Ke Jogja




Ket. Photo: Persiapan Siswa-Siswi SMPN 1 Jogorogo menjelang Keberangkatan Studi Wisata ke Jogja.

Ngawi, SURYA INDONESIA

Proses belajar bagi siswa-siswi tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi dapat juga dilakukan di luar kelas. Selain bisa untuk menambah wawasan dan pengetahuan siswa-siswi terhadap suatu hal yang belum diketahui, maka diperlukan adanya kunjungan ke tempat-tempat bersejarah. Dengan tujuan agar dapat melihat langsung tempat-tempat bersejarah tersebut yang menjadi kekayaan budaya dan mengetahui sejarahnya, serta mengetahui ragam budaya yang ada disekelilingnya, sehingga dapat membangkitkan rasa memiliki, menjaga dan melestarikannya.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Drs. Sukamto, M.Pd., mengatakan bahwa untuk tahun ini, siswa-siswi SMP Negeri 1 Jogorogo akan mengadakan Study Wisata ke Jogja. “Ada 4 lokasi yang akan dikunjungi oleh anak didik kita, antara lain: Candi Prambanan, Musium Merapi, Pantai Parangtritis dan Jalan Malioboro, Mas,”terangnya pada saat diwawancarai wartawan Surya Indonesia di lokasi pemberangkatan peserta studi wisata, Jumat, (30/9) malam.

Saat ditanyai berapa jumlah murid yang akan berangkat mengikuti studi wisata ke jogja tersebut. Drs. Sukamto, M.Pd., menjawab,”Siswa-siswi yang mengikuti studi wisata ini sebanyak 198 orang dan didampingi oleh 40 orang guru. Mengenai sumber dana yang digunakan berasal dari para murid sendiri, memang ada sebagian murid yang tidak mampu diberikan keringanan oleh pihak sekolah, Mas.”

“Sebelumnya sudah kita musyawarahkan dengan wali murid dan komite, mengenai perlunya diadakan studi wisata bagi siswa-siswi. Agar anak didik bisa menambah wawasannya dan mengenal lingkungan di luar sekolah yang masih berhubungan dengan pelajaran di sekolah, misalnya sejarah dan budaya. Selain itu juga untuk melatih siswa-siswi ketrampilan menulis, kemandirian dan kerja sama dengan temannya,”terang Drs. Sukamto, M.Pd.

“Kemudian ada Biro Wisata yang menawarkan jasanya kepada sekolah, akhirnya kita memilih Jogya sebagai destinasi studi wisata kali ini, saya berharap anak-anak didik kami bisa belajar dan bersenang-senang, serta mendapatkan pengalaman baru, wawasan yang berkembang dan tambahan pengetahuan,”pungkasnya.

Selasa, 12 September 2017

SDN Teguhan 1 Wakili Kecamatan Paron Maju Dalam Ajang Lomba Siswa Berprestasi Tingkat SD Se-Kabupaten Ngawi


Ket. Photo: Peserta Lomba Siswa Berprestasi Tingkat SD se-Kabupaten Ngawi bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi, Drs. Abimanyu, M.Si (atas), Kepala Sekolah SDN Teguhan 1, Drs. Hariyadi, M.Pd (pakai topi) bersama Pengawas Lomba (kiri bawah), Rebing Uki Hidayat, siswa SDN Teguhan 1 Kecamatan Paron sedang mengikuti lomba (kanan bawah).

Ngawi, SURYA INDO 

Setelah menyisihkan SD-SD lain se-Kecamatan Paron di Lomba Siswa Berprestasi Tingkat SD se-Kecamatan Paron pada akhir Januari 2016 lalu yang dilaksanakan di SDN Jambangan 1 Paron, SDN Teguhan 1 mewakili Kecamatan Paron untuk maju ke tingkat Kabupaten. SDN Teguhan 1 Kecamatan Paron, diwakili oleh salah satu siswanya yang berprestasi gemilang bernama Rebing Uki Hidayat, kelas V, Putera dari Bapak Mukadi (Pensiunan Kepala Sekolah SDN Semen 2 Kecamatan Paron).

Sebagai guru pembimbing, Nanik Ekowati, S.Pd.SD secara rutin memberikan bimbingan belajar secara privat di sekolah sampai jam 14.00 wib dan di rumah. Menurut Nanik Ekowati, S.Pd.SD bahwa Rebing Uki Hidayat ini, sejak kelas I sudah terlihat prestasinya sangat menonjol, Rebing sering meraih rangking 2 besar di kelas (terkadang mendapat rangking 1 atau 2 di kenaikan kelas).

“Rebing tergolong anak periang, supel dan santun. Di kelas selalu aktif dan selalu fokus dalam kegiatan belajar, sehingga apa yang diajarkan oleh gurunya cepat diterima dan dipahaminya. Dan yang paling menonjol di bidang pelajaran pengetahuan umum (IPS). Di rumah, Rebing juga membagi waktunya setiap satu minggu sekali mengikuti TPA di dekat rumahnya,”terang Nanik Ekowati pada Surya Indo.

Adapun, Lomba Siswa Berprestasi Tingkat SD se-Kabupaten Ngawi Tahun 2016 dilaksanakan di SDN Beran 1 Ngawi yang dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi, Drs. Abimanyu, M.Si, (20/4) lalu.

Materi yang dilombakan terbagi dalam 3 tahap, Pertama, Ujian Tertulis mencakup bidang studi Bahasa Indonesia, PKN, IPS, IPA dan Matematika, Kedua, Wawancara mencakup Pengetahuan Umum, Kepemimpinan dan kemampuan berbahasa Inggris, Ketiga, Uji Ketrampilan, Rebing Uki Hidayat mengambil Seni Rupa (Menggambar) dengan thema “Menyambut Hardiknas 2 Mei 2016.

Harapan dari Kepala Sekolah SDN Teguhan 1 Kecamatan Paron, Drs. Hariyadi, M.Pd, kedepannya agar sekolah di sini bisa mencetak siswa-siswa yang berprestasi gemilang seperti Rebing Uki Hidayat, baik prestasi di bidang akademik maupun non akademik, terlebih dalam membimbing siswa-siswi antara guru, orang tua murid dan para murid terjalin suatu kerjasama yang sinergis, di sekolah maupun di rumah. “Karena masalah pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab guru di sekolah saja, tetapi perlu kerjasama dari orang tua untuk mendidik anaknya di rumah,” pungkas Drs. Hariyadi, M.Pd.

Senin, 11 September 2017

Jelang UN, Siswa-Siswi SMK Negeri 1 Paron Lakukan Dzikir Dan Doa Bersama




Ngawi, SURYA INDO

Ratusan siswa-siswi SMK Negeri 1 Paron, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi mengikuti Dzikir dan Doa dengan khusyuk. Acara yang digelar pada hari Minggu, (27/3) lalu, untuk mempersiapkan mental siswa-siswi kelas XII dalam menghadapi Ujian Nasional yang akan digelar pada tanggal 4-7 April 2016, agar diberikan kelancaran dan bisa lulus 100 persen. Acara Dzikir dan Doa ini, dipimpin oleh Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan, Nur Zainuri, S. Ag.

“Dzikir dan Doa ini memang kita lakukan di sekolah agar bisa lebih fokus,”kata Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan, Nur Zainuri, S.Ag., saat ditemui di ruang kantornya. (28/3)

Lanjutnya, “Untuk tahun ini, SMK Negeri 1 Paron dipercaya untuk menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer, ini merupakan kepercayaan yang besar dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi dan merupakan satu amanah yang harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. Saya berharap Ujian Nasional Berbasis Komputer ini bisa berjalan lancar dan siswa-siswi yang mengikutinya dapat lulus semuanya (100 persen),”jelas Nur Zainuri, S. Ag.

Terpisah, J.H. Budi Santosa, M. Pd., menjelaskan bahwa, “Bukan kegiatan itu saja yang diselenggarakan oleh pihak sekolah bagi siswa-siswinya supaya berhasil dan berprestasi. Pihak sekolah sering mengirim siswa-siswinya dalam berbagai macam perlombaan baik tingkat Kabupaten, Karisidenan dan Propinsi maupun skala Nasional.”

“Adapun prestasi yang berhasil diraihnya, antara lain: Juara II Akuntansi Tingkat Karisidenan Madiun Tahun 2015, Juara I Duta Kesehatan Kabupaten Ngawi dan masih banyak lagi. Sekolah ini, juga berperan aktif dalam memerangi pengaruh Narkoba dengan mengirimkan salah satu siswinya sebagai Duta Narkoba di BNK Ngawi.”terang J.H Budi Santosa, M. Pd.

“Tahun 2015 lalu, dalam peringatan 17 Agustus di Kecamatan Paron, SMK Negeri 1 Paron menyuguhkan Pentas Drama Kolosal dan mengirim siswa-siswinya mengikuti Bela Negara di Armed 12 Ngawi,”tambahnya.

Harapannya kedepannya, agar siswa-siswinya setelah lulus dapat mengembangkan ilmu dan ketrampilan yang dimilikinya serta dapat beradaptasi di lingkungan kerja sesuai dengan jurusannya masing-masing.

SDN Kendal 1 Banyak Cetak Murid Yang Unggul Dan Berprestasi




Ngawi, SURYA INDO

Pendidikan di sekolah dasar merupakan upaya untuk mencerdaskan dan mencetak kehidupan bangsa yang bertaqwa, cinta dan bangga terhadap bangsa dan negara, terampil, kreatif, berbudi pekerti yang santun serta untuk menumbuhkan minat, mengasah kemampuan pikir, olah tubuh dan naluri. diselenggarakan untuk mengembangkan sikap dan kemampuan serta memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk hidup dalam masyarakat serta mempersiapkan peserta didik yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan menengah.

Demi meningkatkan mutu dan prestasi anak-anak didiknya, Sumartini, S.Pd, selaku Kepala Sekolah SD Negeri Kendal 1, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, terus berusaha melakukan berbagai terobosan dan inovasi. Mulai dari peningkatan disiplin bukan hanya diterapkan pada anak-anak didiknya, tetapi juga pada guru-guru.

“Utamanya peningkatan disiplin baik kepada murid-murid maupun guru-guru agar tercipta komitmen untuk melayani dengan segenap hati demi terciptanya sumber daya manusia yang mampu berprestasi dan bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Sumartini, S.Pd.

Dengan upaya tersebut, sekolah dasar yang terletak di Desa Kendal, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi ini menjadi sekolah yang patut diperhitungkan untuk Kabupaten Ngawi dari segudang prestasi yang ditorehkan baik tingkat kecamatan maupun Kabupaten.

Masih menurut Sumartini, S.Pd, Di antara prestasi yang sudah diraih, Juara I Siswa Berprestasi Putri tingkat Kabupaten Ngawi tahun 2013, dan dikirim ke tingkat propinsi masuk dalam 12 besar, dan Juara III Umum Jumbara tahun 2015 yang diselenggarakan di Lapangan Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi. Serta segudang prestasi lainnya. .
“Kami sangat bersyukur dengan segudang prestasi yang berhasil diukir oleh murid-murid sebagai wujud komitmen mereka untuk berbuat yang terbaik serta dorongan dari guru-guru profesional di sekolah ini,” ujar kepala sekolah yang dikenal dengan murah senyum namun tegas ini.

Lanjutnya, sesuai dengan misi dari SDN Kendal 1 ini, untuk menumbuhkan semangat beribadah kepada seluruh warga sekolah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing, kami setiap Ahad pagi pada bulan terakhir mengadakan pengajian bersama yang dihadiri oleh seluruh anak didik, guru-guru dan warga sekitar serta mubaliq-mubaliq lokal.

Disamping itu, untuk menunjang kegiatan ekstra kurikuler bagi siswa-siswinya, SDN Kendal 1 juga memiliki alat-alat drum band lengkap beserta seragamnya, pakaian tari lengkap, satu set gamelan, dan hadroh, yang mana di setiap kegiatan tahunan baik di kecamatan maupun pemerintah Kabupaten Ngawi selalu tampil mengisi acara kegiatan tersebut.

Menurutnya, “Proses belajar mengajar di sini berjalan lancar, guru-guru mampu mengajar anak didiknya, baik dalam akademik non akademik. Dalam kegiatan ekstrakulikuler, baik drum band, tari, hadroh, maupun gamelan, tanpa mendatangkan pelatih dari luar,”paparnya.

Masih dikesempatan yang sama, Sumartini berharap, setelah pensiun di akhir Bulan April 2016 ini, yang akan menggantikannya sebagai Kepala Sekolah SDN Kendal 1 ini, memiliki hati yang tulus dan amanah, demi kemajuan anak-anak didik SDN Kendal 1 kedepannya, baik dalam bidang akademik maupun non akademik. 

JUARA MELAHIRKAN JUARA




Ngawi, SURYA INDO

Berlatar belakang juara II guru berprestasi tingkat nasional pada tahun 2013, tidak membuat Agus Supriyono berpuas diri dan berhenti berprestasi. Ketika mendapat amanah untuk  menjadi Kepala Sekolah di SMA Negeri 1 Kendal Kabupaten Ngawi, Agus langsung tancap gas. Sekolah kategori pinggiran yang telah lama tidak diminati oleh masyarakat mendadak menjadi sekolah alternatif yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Gebrakan  pertama yang dilakukan oleh Kepala Sekolah muda yang pernah diundang ke Jerman, Perancis, Belgia dan Belanda itu adalah dengan memberi nilai plus pada sekolah kecil tersebut. Entrepreneur adalah tambahan nilai yang disematkan di belakang nama sekolah di lereng Utara Gunung Lawu itu. Inilah oleh-oleh dari Eropa, khususnya dari Jerman yang diaplikasikan di sekolah tempatnya mengabdi. Saat  ini, sekolah tersebut mengembangkan beberapa pendidikan dan pelatihan untuk memberi bekal keterampilan hidup pada siswa-siswanya.

Sedikitnya ada 5 program pelatihan yang dapat dipilih oleh siswa yaitu pertanian, tata rias, elektronika phone cell, komputer dan teknik sepeda motor. Bahkan  ke depan akan dikembangkan pelatihan montir mobil, menjahit maupun potong rambut. Dikembangkan pula progam short training bekerja sama dengan dinas UKM Kabupaten Ngawi yang memberi banyak jenis pelatihan pada siswa.

Bukan tanpa alasan Kepala Sekolah yang pernah menyandang gelar The Most Innovative Teacher dari muridnya itu menggelar program entrepreneur tersebut. Survey pertama menunjukkan data siswa yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi sangat minim, tak lebih dari 10% setiap tahunnya. Sembilan puluh persen tidak kuliah, sebagian kecil bekerja dan selebihnya menganggur di rumah. Survey kedua, latar belakang ekonomi orang tua siswa adalah menengah ke bawah. Mendengar kata kuliah saja orang tua siswa itu seperti sangat ketakutan. Yang terpikir di benak mereka adalah anak-anaknya harus bekerja dan dapat membantu perekonomian keluarga. Survey ketiga, kemampuan akademis siswa rata-rata di bawah sekolah umum lainnya yang berada di wilayah Ngawi.

“Kalau tidak diberi pelatihan keterampilan dan bekal entrepreneurship, setelah lulus anak-anak kami itu mau kerja apa?” ujar Agus sembari memberi argumen dasar pemikiran program entrepreneur di sekolahnya. Tanpa menduplikat sekolah kejuruan dan tanpa mengurangi tujuan sekolah umum, Agus bersama seluruh warga sekolah telah menancapkan taq line yang terus dikumandangkan setiap hari sebagai moto dan salam entrepreneur mereka; Siap Kuliah, Siap Kerja, Siap Mandiri, Sukses!

Hasilnya sungguh luar biasa! Jumlah siswa naik 100%. Sebagai bukti, siswa kelas XII sekarang saat belum ada program entrepreneur berjumlah 58 siswa, sementara kelas XI setelah ada program entrepreneur siswanya berjumlah 122 siswa.

Prestasi Agus tidak hanya sukses mendongkrak jumlah siswa dengan entrepreneurnya. Dalam pengembangan fisik, sekolah yang sebelumnya terkesan kumuh seperti disulap menjadi sekolah yang indah dan menyenangkan. Ruang-ruang seperti perpustakaan, ruang BK, kantor guru, ruang TU, Kopsis, ruang UKS telah berubah menjadi ruang-ruang rapi, bersih dan bergaya ala ruang-ruang modern sekarang. Lingkungan sekolah yang tidak tertata telah menjelma menjadi taman-taman sekolah yang asri dan nyaman. “Ini masih jauh dari angan-angan saya, mudah-mudahan tahun-tahun berikutnya akan semakin baik”, kata Agus penuh optimis.

Prestasi spektakuler diraih kepala sekolah berotak penuh impian terhadap sekolah kecilnya itu. September 2015 kemarin, dua siswa SMAN 1 Kendal plus Entrepreneur atas nama Arum dan Dita sukses meraih medali perunggu pada ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia tingkat nasional. Tim yang dibina langsung oleh Sang  Kepala Sekolah itu berhasil menyisihkan ratusan karya ilmiah yang dikirim oleh anak-anak hebat dari seluruh Indonesia dengan judul Urutan Huruf yang Mampu Diucapkan oleh Balita Ketika Belajar Berbicara dari Latar Belakang Berbeda. Kini peneliti-peneliti muda telah lahir di sekolah ndeso tersebut, puluhan siswa telah siap dengan judul-judul penelitian yang tak kalah menarik.

Tak kalah kerennya, berbekal juara guru berprestasi tingkat nasional, pada bulan November bertepatan dengan Hari Guru Nasional lalu, Kepala Sekolah yang dikenal cerdas ini mendapat penghargaan tertinggi di bidang pendidikan. Setelah mengikuti seleksi adminstrasi yang ketat, Agus Supriyono, M.Pd., ditetapkan sebagai salah seorang dari sepuluh guru tingkat SMA/SMK se Indonesia sebagai guru pemeroleh Anugrah Satyalancana Pendidikan tahun 2015 dari Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo.

Itulah Agus Supriyono, guru berprestasi yang ketika menjadi Kepala Sekolah juga terus melahirkan prestasi. Ibarat buah, jatuhnya tak jauh dari pohonnnya, SMAN 1 Kendal walau sekolah kecil di pinggiran, ibarat  buah, akhirnya terbawa juga  prestasinya dari Sang Kepala Sekolah berprestasi sebagai pohonnya. Juara sejati memang harus melahirkan juara! Agus telah membuktikannya.