SELAMAT DATANG DI WWW.NGAWI-DATABERITA.BLOGSPOT.CO.ID*-KUMPULAN BERITAKU-*
Tampilkan postingan dengan label Pemberdayaan Masyarakat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemberdayaan Masyarakat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 September 2017

Desa Kuniran Peringati Hari Ibu


Ket. Photo Va: (dari kiri ke kanan) Kepala Desa Kuniran, Heri Sugianto bersama Ibu, Ketua Panitia Lomba, dan Danramil Kecamatan Sine


Ket. Photo Vb: Ibu-Ibu PKK yang sedang mengikuti lomba senam

Ngawi, SURYA INDONESIA

Proses pelaksanaan pembangunan di Desa Kuniran secara umum telah berjalan dengan lancar dan membawa dampak positif terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat dalam berbagai bidang, oleh karena itu untuk membangkitkan peran masyarakat di berbagai bidang, maka peringatan Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember 2016,dijadikan momentum yang tepat untuk mengadakan kegiatan yang mencangkup seluruh wilayah di Desa Kuniran, Kecamatan Sine.

Kegiatan akan dilaksanakan dalam bentuk lomba, yaitu Lomba Kader Dasa Wisma antar RT yang harus diikuti oleh semua RT di Desa Kuniran dan dilaksanakan pada tanggal 21 dan 22 Desember 2016, serta Lomba Senam Rekreasi Perwosi Jawa Timur 2, yang diikuti kelompok senam dimasing-masing dukuh Desa Kuniran dan dilaksanakan pada tanggal 25 Desember 2016. Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu di Desa Kuniran, Kecamatan Sine sekaligus merupakan sarana transformasi pengetahuan dan peran serta untuk kebaikan lingkungan dan Desanya.

Kegiatan Lomba Senam Rekreasi di Desa Kuniran, Kecamatan Sine (25/12) berlangsung sangat meriah, ibu-ibu Desa Kuniran sangat antusias untuk mengikuti lomba senam rekreasi. Kegiatan Lomba Senam Rekreasi  tersebut juga dihadiri oleh segenap Muspika Kecamatan Sine, BPD dan LPMD Desa Sine, serta warga masyarakat yang turut hadir menyaksikan kegiatan Lomba Senam Rekreasi ini. Sorak-sorai para penonton juga menambah suasana kegiatan semakin ramai. 

Saat diwawancarai, Kepala Desa Kuniran, Heri Sugiyanto mengatakan, “Kegiatan ini adalah sebagai pembinaan berkala terhadap warga masyarakat karena telah mempertahankan berbagai keberhasilan yang telah dicapai dengan harapan bahwa keberhasilan dapat terus meningkat dan berkesinambungan.“ jelasnya. “Terutama bagi ibu-ibu diharapkan dapat menumbuhkan inspirasi dan motivasi sehingga dapat meningkatkan peran sertanya untuk kemajuan diri sendiri, keluarga, lingkungan dan Desanya.” Tambahnya.

Kegiatan Peringatan  Hari Ibu ini juga bertujuan,Pertama, Untuk meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan warga masyarakat di Desa Kuniran, Kecamatan Sine. Kedua, Meningkatkan partisipasi masyarakat di berbagai kegiatan pembangunan di Desa Kuniran, Kecamatan Sine. Ketiga, Mempercepat informasi dan pemerataan pemahaman dan pengetahuan tentang program PKK bagi masyarakat terutama ibu-ibu kader PKK di wilayah Desa Kuniran, Kecamatan Sine. Keempat, Sebagai sarana evaluasi kinerja dan pembinaan TP PKK terhadap peningkatan Kader dan Sumber Daya Manusia secara utuh, baik jasmani dan rohani. Dan yang terakhir, untuk menumbuhkan dan meningkatkan daya saing masyarakat untuk mencapai kondisi peri kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang.

“Semoga dengan diadakannya acara ini warga masyarakat di Desa Kuniran semakin lebih maju, menambah pengetahuan warga masyarakat, dan semakin bersemangat untuk membuat desanya semakin maju.” Ujar Ketua Panitia Kegiatan, Sukarno.  

Desa Kendal Adakan Pelatihan Ternak Kambing


Ket. Photo Ia: (dari kiri ke kanan) Penyampai Materi, Ketua BPD, Sekdes Desa Kendal, dan Ketua LPMD


Ket. Photo Ib: Peserta yang hadir dalam acara Pelatihan Ternak Kambing

Ngawi, SURYA INDONESIA

Pemerintah Desa Kendal, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, terutama para peternak kambing, mengadakan Pelatihan Ternak Kambing di Aula Kantor Desa Kendal, pada hari Kamis, 29 Desember 2016 lalu. Acara tersebut dibuka oleh Kepala Desa Kendal, Harjito yang diwakili Sekretaris Desa Kendal, Hendro Supriyono.

Terlihat hadir, Kepala Desa Kendal, Harjito atau yang mewakili, bersama seluruh perangkat Desa Kendal, Ketua BPD Desa Kendal bersama seluruh anggota, Ketua LPMD Desa Kendal bersama seluruh anggota dan para narasumber serta para peternak kambing dan sapi.

Dalam sambutannya, Ketua LPMD Desa Kendal yang merangkap Ketua Panitia, juga sebagai Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Pemberdayaan Masyarakat Desa Kendal, Pujianto mengatakan bahwa, “Pelatihan ternak kambing ini sangat diperlukan oleh masyarakat Desa Kendal, agar para peternak kambing tersebut bisa mengerti cara membuat kandang dengan benar dan sehat, juga bisa memelihara kambing yang sehat dengan mengetahui dan memperhatikan ciri-ciri kambing yang sehat, serta dapat membuat pakan organik yang benar, sehingga dengan bekal pengetahuaan yang telah didapat bisa mengembang-biakkan ternak kambing yang dimilikinya.” terangnya.

Kepala Desa Kendal, Harjito melalui Sekretaris Desa Kendal, Hendro Supriyono mengatakan bahwa, “Dengan adanya pelatihan ini diharapkan warga masyarakat bisa mempraktekkan sendiri di rumah pekarangan mereka, bila masih belum paham dan mengerti mereka bisa menanyakan ke narasumber secara langsung. Terlebih lagi, jika mereka bisa mengaplikasi pelatihan ternak kambing tersebut, tentunya akan membawa dampak pada kesejahteraannya, karena dari hasil penjualan kambing yang sehat memiliki harga jual yang tinggi,” tuturnya.

Acara Pelatihan Ternak Kambing berjalan lancar hingga berakhirnya praktek langsung cara membuat pakan ternak organik dari bahan semua jerami. Peserta yang hadir terlihat sangat antusias dan penuh perhatian dengan semua materi yang dipaparkan oleh para narasumber.

Diklat Kepemimpinan Dasar BANSER NU Satkorcab XII-32


Ket. Photo : Photo Bersama Narasumber Diklat Banser NU Satkorcab XII-32 Ngawi, angkatan ke 37

Ngawi, SURYA INDONESIA

Pada tanggal 16-18 Desember 2016, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Ngawi mengadakan Diklat Kepemimpinan Dasar pada kader Barisan Ansor di MPC Pesatren ‘Alfallah’ yang diikuti sekitar 36 orang peserta.

Dalam kegiatan Diklat tersebut, peserta dibekali dengan sejarah faham Ahlussunnah wal jamaah (Aswaja), sejarah berdirinya Nadlatul Ulama (NU), tentang Faham Wahabi, Tokoh-Tokoh NU, serta sejarah lahirnya Gerakan Pemuda ANSOR (GP-Ansor) serta pengertian dan struktur organisasi GP-Ansor. Tak ketinggalan juga diajarkan  tentang ke-Banser-an dan Bela Negara. Selain itu, juga dibekali dengan latihan baris berbaris oleh anggota Koramil, Ke-lalulintas-an oleh anggota Polsek/ Satlantas dan olah raga.

Nara sumber dalam diklat tersebut, antara lain: KH Shodiq dan Ngali Marwani menyampaikan materi Aswaja, Munir Wahono dan Bahrul Afifi memberikan materi tentang ke-NU-an, Mustafkhim dan Wangsit menyampaikan tentang ke-organisasi-an, Sutrisno Huda dan H. Amar dengan materi ke-Anshor-an, Joko SW dan Maskun dengan Ke-Banser-annya serta Muridan dan Nur Wahid memberikan materi tentang Bela Negara.

Kegiatan Diklat tersebut dilaksanakan dengan tujuan antara lain, Pertama, membentuk dan mengembangkan generasi muda Indonesia sebagai kader bangsa yang cerdas dan tangguh, memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, kepribadian luhur, berakhlak mulia, sehat, terampil, patriotik, ikhlas dan beramal saleh, Kedua, menegakkan ajaran Islam  Ahlussunah Wal Jamaah dengan menempuh manhaj salah satu madzhab empat di dalam wadah negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ketiga, berperan secara aktif dan kritis dalam pembangunan nasional demi terwujudnya cita-cita kemerdekaan Indonesia yang berkeadilan, berkemakmuran, berkemanusiaan dan bermartabat bagi seluruh rakyat Indonesia yang diridhoi Allah SWT.

 Didalam Diklat Kepemimpinan ada beberapa kegiatan yang menyangkut kegiatan keagamaan, sosial kemasyarakatan, pembangunan dan bela negara yang teknis pelaksanaannya berpedoman pada program kegiatan Banser. Serta memiliki jenjang pelatihan pendidikan pengkaderan berjenjang kemudian Suspelat/ T.O.T dan dilanjutkan Diklatsus. Peserta Diklat Banser NU setelah selesai mengikuti seluruh kegiatan di Bai’at oleh Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Ngawi.

Bersih Desa Talang Diramaikan Dengan Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk


Ket. Photo: (kiri) Kepala Desa Talang menyerahkan tokoh wayang ke Ki Dalang Alex Budi Utomo, (kanan) Ibu-Ibu Kepala Desa se-Kecamatan Jogorogo menyumbangkan sebuah tembang campursari.

Ngawi, SURYA INDONESIA

Bersih Desa merupakan tradisi leluhur yang dilaksanakan setahun sekali di desa-desa yang mengadakannya. Karena tidak semua desa yang masih melaksanakan tradisi leluhur ini. Sebenarnya makna dari bersih desa adalah menumbuhkan rasa kebersamaan, kegotongroyongan, dan guyub rukun diantara warga masyarakatnya dengan Pemerintah Desa di dalam membangun desanya. Bersih Desa juga merupakan wujud ucapan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmatNya dan hikmatNya, serta keselamatan dan kelimpahan bagi seluruh warga masyarakat. Dengan harapan ke depannya, agar Allah SWT senantiasa memberikan hidup yang ayem, tentrem, dan gemah ripah loh jinawi serta dijauhkannya dari bencana.

Pemerintah Desa Talang, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi di tahun ini mengadakan tradisi adat Bersih Desa dengan menggelar wayang kulit semalam suntuk di halaman Kantor Desa Talang, pada hari Senin Malam, (24/10) lalu. Di sela-sela pagelaran wayang kulit tersebut, para kepala desa se-Kecamatan Jogorogo, Camat Jogorogo dan anggota dewan dari Fraksi PDI Perjuangan diberikan kesempatan untuk menyumbangkan sebuah tembang ataupun lagu secara bergantian.

Ki Dalang Alex Budi Utomo dalam memainkan tokoh-tokoh wayang terlihat sangat luwes dan terampil, dengan menggerakkan tokoh-tokoh wayangnya seperti hidup. Diselingi canda tawa dan kelucuan dalam bercerita, sehingga sangat menghibur para warga masyarakat dan seluruh tamu undangan yang hadir di sana.

Dalam Pagelaran Wayang Kulit semalaman tersebut, berkesempatan hadir Unsur Muspika Kecamatan Jogorogo, Kepala Desa se-Kecamatan Jogorogo, Ketua BPD Desa Talang beserta anggota, Ketua LPMD Desa Talang beserta anggota, para tokoh masyarakat dan tamu undangan serta seluruh warga masyarakat Desa Talang yang terlihat sangat antusias dan senang memenuhi jalan dan halaman Kantor Desa Talang.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Talang, Kecamatan Jogorogo, Heru Agus Budianto menuturkan bahwa kegiatan Bersih Desa tahun ini, sebelum di gelar wayang kulit semalam suntuk, pada hari sebelum diadakan perlombaan volly dan hiburan musik electone untuk menghibur warga dan memeriahkan tradisi adat bersih desa tersebut.

“Kemarin, sebelum Pagelaran Wayang Kulit ini,  Pemerintah Desa Talang telah mengadakan lomba volly dan juga musik elekton untuk menghibur dan memeriahkan acara tradisi Bersih Desa, beda dengan tahun lalu.”tuturnya. “Semoga dengan terlaksananya Bersih Desa ini, di tahun-tahun mendatang Desa Talang bersama seluruh warganya diberikan kemudahan dalam usahanya, ketentraman dan kemakmuran oleh Allah SWT.”Lanjutnya.

Acara berlangsung dengan sukses dan lancar, terbukit dengan seluruh warga dan tamu yang hadir mengikuti Pagelaran Wayang Kulit tersebut hingga purnanya. Ini tak lepas dikarenakan ada dukungan dari seluruh warga masyarakat Desa Talang dan semua pihak yang terkait.

Upacara Kebo Ketan


Ket. Photo Ia:  Arak-arakan Ritual Kebo Ketan


Ket. Photo Ib: Kepala Desa Sekarputih, Kecamatan Widodaren, Sukiman memberikan Sambutan


Ket. Photo Ic: Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono sedang memberikan Sambutan

Ngawi, SURYA INDONESIA

Pemerintah Desa Sekarputih, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi menggelar Upacara Kebo Ketan dalam rangka memperingati Hari Maulid Nabi di lapangan Desa Sekarputih, (18/12).  Acara ini dapat terselenggara berkat dukungan dan kerjasama dari Keraton Ngiyom dan Brahmatio, Tokoh Budayawan juga seorang sutradara beserta Dalang Kondang Ki Haji Manteb Sudarsono dan seluruh elemen yang terkait.

Dengan sentuhan lembut Sang Budayawan, Bramantio akhirnya upacara Kebo Ketan dapat terlaksana dengan spektakuler. Dalam parade budaya ‘Kebo Ketan’ diikuti  oleh para budayawan dari Solo, Yogyakarta, Sragen, Magetan, Ponorogo, Pacitan, Madiun dan dari lokal Ngawi sendiri. Tampak hadir dalam acara tersebut Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono bersama Ibu, , Kapolres Ngawi, Dandim Ngawi, Satker terkait, Camat Kedunggalar, Camat Widodaren, beberapa Kepala Desa yang ada di Kecamatan Widodaren, Kecamatan Kedunggalar dan para artis dan seniman dari Jakarta serta para tokoh budayawan lokal maupun nasional.

Warga masyarakat Desa Sekarputih tampak antusias berbondong-bondong memenuhi lapangan Desa Sekarputih. Menurut Dimas salah seorang warga Desa Sekarputih, menuturkan bahwa baru pertama kali ini upacara Kebo Ketan diselenggarakan bersamaan dengan memperingati Hari Maulid Nabi. Dan acara ini sangat menghibur segenap warga masyarakat yang datang.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sekarputih, Sukiman mengucapkan banyak terima kasih kepada semua yang telah membantu, yang tidak dapat disebutkan satu persatu namanya, baik dalam hal pikiran, tenaga bahkan dananya, sehingga akhirnya dapat terlaksananya acara Kebo Ketan ini dengan spektakuler dan sangat megahnya. “Kepada Bapak Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono, saya berharap dan memohon restu serta mengajukan acara ‘Kebo Ketan’ ini dapat dianggarkan dan diagendakan setiap satu tahun sekali. Acara ini merupakan pengembangan budaya lokal yang ditingkatkan ke skala nasional, guna mempersatukan berbagai agama dan kepercayaan sehingga Kabupaten Ngawi boleh dikenal oleh daerah lain dengan kekayaan budayanya.

Lanjutnya, “Upacara Kebo Ketan ini memiliki filosofi, dalam budaya Jawa Kebo (Kerbau/ Sapi Jantan} dapat  dijadikan nama orang, seperti yang pernah kita dengar nama Kebo Ijo, Mahesa Jenar yang merupakan tokoh-tokoh terkenal pada jaman dulu, kemudian orang Jawa saat melahirkan seorang bayi, bayinya didekatkan dengan hidung Kerbau agar terkena nafasnya, dengan harapan bayi ini dapat memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Kerbau mempunyai sifat mau kerja keras tetapi tidak mau dipaksa, harus dihibur dengan nyanyian. Ini merupakan gambaran atau dapat diibaratkan dengan rakyat. Jadi yang perlu diperhatikan oleh seorang pemimpin agar tidak memaksakan kehendaknya kepada rakyat, tetapi harus melakukan pendekatan yang persuasif dan mengutamakan kepentingan rakyatnya, karena pada dasarnya rakyat tetap mau kerja keras.” Jelas Sukiman, Kepala Desa Sekarputih.

Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulisyono sangat mengapresiasikan kegiatan upacara adat tersebut, dengan kegiatan tersebut yang bisa mendatangkan orang dari daerah luar bahkan mancanegara, sehingga dapat membawa dan mengangkat nama Ngawi semakin dikenal secara luas. Pemerintah Daerah Ngawi  bersama seluruh warga masyarakat yang hadir sangat mendukung upacara adat tersebut dapat dilakukan setiap tahun. Karena ini dapat menambah keragaman dan kearifan budaya lokal,bahkan dapat mempersatukan keragaman agama yang mau bergotongroyong untuk mewujudkan kegiatan itu dapat terlaksana sukses.

Acara demi acara dalam Parade Kebo Ketan dan Upacara Kebo Ketan berlangsung dengan lancar dan khidmatnya, seluruh tamu undangan dan warga masyarakat yang hadir mengikuti jalannya upacara dengan penuh perhatian dan tertib hingga berakhirnya acara. Pada malam harinya, masyarakat  dihibur pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang, Ki H. Manteb Sudarsono.

Desa Gentong Gelar Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk


Ket. Photo : Kepala Desa Gentong, Kecamatan Paron, Sugeng Wiyono menyerahkan Tokoh Wayang kepada Ki Dalang Alex Budi Utomo.


Ket. Photo : Kepala Desa Gentong, Kecamatan Paron, Sugeng Wiyono (sebelah kanan pakai peci nasional) duduk bersama Muspika Kecamatan Paron dan Tamu Undangan.

Ngawi, SURYA INDONESIA
Dalam rangka Bersih Desa Gentong, Kecamatan Paron, Kepala Desa Gentong, Sugeng Wiyono  menggelar pagelaran wayang kulit di Pendopo Balai Desa Gentong (02/12), acara tersebut sangat meriah dengan diundangnya Dalang, Ki Alex Budi Utomo dari Simo, dengan lakon ceritanya ‘Werkudoro Kutho’. Acara tersebut dihadiri oleh Muspika Kecamatan Paron, sejumlah anggota BPD dan LPMD, seluruh Perangkat Desa Gentong, Ketua RT dan RW, Tokoh Masyarakat, serta semua warga masyarakat.

Menurut Kepala Desa Gentong, Sugeng Wiyono, dalam sambutannya, “Bersih Desa merupakan tradisi peninggalan para leluhur yang dijalani satu tahun sekali. Dengan tujuan agar dapat menumbuhkan rasa kebersamaan, solidaritas, gotong-royong dan rukun antar warganya. Dan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan hikmat-Nya dan kelimpahan rezeki bagi seluruh warga masyarakat.” Terang Sugeng Wiyono.

Adapun, acara berlangsung dengan sangat meriah, warga dan tamu undangan sangat terhibur dengan permainan wayang oleh dalang, Ki Alex Budi Utomo dengan luwesnya. Selain untuk menghibur warga masyarakat Desa Gentong, Pagelaran wayang kulit ini juga untuk ajang bersilaturahmi antar warga masyarakat dengan Kepala Desa dan Perangkat.

Harapannya ke depan, “Semoga di tahun-tahun mendatang Pemerintah Desa Gentong dan seluruh masyarakatnya, dijauhkan dari musibah dan malapetaka, serta diberikan rasa aman, tentram dan kesejahteraan serta kemakmuran sehingga dimudahkan dalam segala usaha pekerjaannya, Amin.” harapnya. 

Bersih Desa Dawung Dimeriahkan Pagelaran Wayang Kulit


Ket. Photo : Kepala Desa Dawung, Kecamatan Jogorogo, Agus Wawan S., menyerahkan Tokoh Wayang kepada Ki Dalang, Bambang Triyatmoko.

Ket. Photo :  Para Sinden sedang melantunkan tembang-tembang Jawa.

Ngawi, SURYA INDONESIA

Warga masyarakat Desa Dawung, Kecamatan Jogorogo, berbondong-bondong datang ke Kantor Balai Desa Dawung untuk menyaksikan pagelaran Wayang Kulit yang digelar semalam suntuk oleh Kepala Desa Dawung, Agus Wawan S., dalam rangka Bersih Desa Dawung (02/12).

Pagelaran wayang kulit sangat meriah dengan didatangkannya Ki Dalang, Bambang Triyatmoko dari KedungPrahu, Walikukun. Dengan lakon cerita ’Semar Mbangun Khayangan’. Terlihat hadir, Muspika Kecamatan Jogorogo, Kepala Desa se-Kecamatan Jogorogo, Ketua dan anggota BPD Desa Dawung, Ketua dan anggota LPMD Desa Dawung, Tokoh Masyarakat, serta Masyarakat Desa Dawung yang sudah terlebih dahulu memenuhi tempat diadakannya pagelaran wayang kulit tersebut.
Suasana semakin malam semakin ramai, warga masyarakat juga sangat menikmati permainan wayang yang dimaikan oleh dalang dan juga tembang-tembang yang dialunkan merdu mendayu-dayu oleh sinden. Bagaikan menghanyutkan kalbu yang mendengarnya.

Menurut Kepala Desa Dawung, Agus Wawan S., “Acara bersih desa itu adalah adat turun temurun dari leluhur yang diadakan satu tahun sekali. Ini harus dilestarikan oleh generasi penerus bangsa. Dengan adanya adat bersih desa ini, semoga pemuda sebagai generasi penerus dapat mengerti dan melestarikan adat istiadat para leluhur yang adiluhung ini, agar tidak terus-menerus tergeser oleh budaya modern.

Tidak hanya untuk memeriahkan acara bersih desa ini, Pagelaran wayang kulit juga sebagai ajang bersilaturahmi, dan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya kepada masyarakat desa. “Acara bersih desa dan Pagelaran wayang kulit ini sebagai ungkapan rasa syukur terhadap Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, serta kesejahteraan dan kesehatan kepada seluruh warga masyarakat Desa Dawung.” Ujar Kepala Desa Dawung, Agus Wawan S.

“Harapan kedepan semoga adat bersih desa ini dapat dilakukan setiap tahunnya, karena saya senang melihat masyarakat saya sangat antusias dan terhibur dengan adanya adat bersih desa dan pagelaran wayang kulit ini.” pungkasnya. 

Evaluasi Pelaksanaan Terbaik 10 Program Pokok PKK Tingkat Kabupaten Ngawi Di Desa Sambirejo

Ket. Photo : Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngawi, Hj. Antik Budi Sulistyono sedang menyampaikan sambutan


Ket. Photo : Photo Bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngawi, Tim Penggerak PKK Desa Sambirejo dan Kepala Desa Sambirejo beserta Muspika Kecamatan Ngrambe.

Ngawi, SURYA INDONESIA

Pemerintah Desa Sambirejo dalam rangka mengembangkan pemberdayaan masyarakat, telah mengalokasikan dana desa tahun anggaran 2016, salah satunya untuk menunjang program kegiatan ibu-ibu PKK Desa Sambirejo, Kecamatan Ngrambe. Kemuajuan dan perkembangan ibu-ibu PKK Desa Sambirejo, terlihat signifikan. Ini dibuktikan dengan kedatangan Ketua PKK Kabupaten Ngawi, Hj.Antik Budi Sulistyono, beserta tim PKK Kabupaten Ngawi,di halaman SDN Sambirejo, untuk memberikan evaluasi dan beberapa bantuan kepada Ibu PKK Desa Sambirejo, sebagai apresiasi yang positif guna memotivasi ibu-ibu PKK Desa Sambirejo agar tetap semangat dan terus maju, Senin, (28/11).

Kedatangan Ketua Tim PKK Kabupaten Ngawi, Hj. Antik Budi Sulistyono, beserta rombongan disambut meriah dengan mengalungkan rangkaian bunga kepada Ketua Tim PKK Kabupaten Ngawi dan pertunjukan seni budaya lokal. Terlihat hadir Muspika Kecamatan Ngrambe, Ketua BPD dan LPMD, Ketua PKK Desa Sambirejo, Kepala Desa se-Kecamatan Ngrambe, seluruh Ibu-ibu PKK Desa Sambirejo dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya Ketua PKK Kabupaten Ngawi, Hj.Antik Budi Sulistyono banyak memberikan masukan-masukan dan nasehat kepada Ibu-Ibu PKK Desa Sambirejo, diantaranya tentang sosialisasi penggunaan minyak goreng jangan sampai berjelantah. “Karena itu tidak baik untuk kita dan anak-anak kita. Dan juga tolong dihindari pemakaian obat perasa, pengawet dan pewarna pada makanan. Ini tidak bagus bagi kesehatan anak jika dikonsumsi oleh anak-anak kita, meskipun efeknya terlihat 10 sampai 16 tahun ke depan. Berarti ini perlu pengawasan dari ibu-ibu untuk masalah makanan yang akan dikonsumsi oleh anak-anaknya.”terangnya.

Lanjutnya, “Juga perlu diperhatikan pemberian sertifikat bagi balita yang baru lahir, karena surat ini sangat diperlukan untuk kegiatan pendidikan dan kesehatan. Agar dapat dikontrol imunisasi dan konsumsi gizinya guna pertumbuhannya. Dan tim kami dari Kabupaten Ngawi akan berhadapan langsung dengan panjenengan, agar masalah-masalah dan kekurangan dalam administrasi yang dialami oleh Tim PKK  Desa Sambirejo bisa dibenahi dan dicarikan solusinya,”jelasnya.
Menurut Kepala Desa Sambirejo, Kecamatan Ngrambe, Susilo bahwa, “Kegiatan PKK Desa Sambirejo ini telah berkembang dan berjalan dengan baik dengan digelontorkannya Dana Desa Tahun Anggaran 2016 ini, sangat membantu PKK Desa Sambirejo menyentuh setiap elemen-elemen masyarakat, khususnya perbaikan gizi buruk pada balita, pelatihan-pelatihan ketrampilan pada ibu-ibu PKK, dan juga memperhatikan kesehatan para lansia,”katanya.

Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Pemberdayaan Masyarakat Desa Sambirejo, Kecamatan Ngrambe, Sugiono, mengatakan bahwa,”Pemerintah Desa Sambirejo telah melaksanakan dan mengalokasikan dana desanya di tahun anggaran ini sesuai dengan APBDesa, salah satunya untuk pemberdayaan masyarakat melalui Program Kegiatan PKK Desa Sambirejo, Mas.”ujarnya.
Terpisah, Harapan Kepala Desa Sambirejo, Kecamatan Ngrambe, Susilo, “Dengan kedatangan Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngawi bersama rombongannya ini, dapat memacu semangat dan memberikan motivasi yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan kegiatan Tim Penggerak PKK Desa Sambirejo kedepannya,”katanya mengakhiri sesi wawancara ini. 

Bupati Ngawi Hadiri Kegiatan Pengembangan Desa Pertanian Padi Organik Di Desa Kletekan


Ket. Photo: Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono bersama USPIMDA Kabupaten Ngawi mengawali Panen Raya Padi Organik di Desa Kletekan, Kecamatan Jogorogo.

Ngawi, SURYA INDONESIA

Dalam Rangka Pengembangan Desa Pertanian Organik Padi Tahun 2016, pada hari Senin, 14 November 2016 di Desa Kletekan, Kecamatan Jogorogo diselenggarakan acara Kegiatan Hari Lapang Petani. Hadir dalam acara ini Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono, Wakil Bupati, Ony Anwar H., ST., MH., Ketua DPRD Dwi Riato Djatmiko,  SH., Uspimda Kabupaten Ngawi, Kepala SKPD terkait dan Petani Desa Kletekan, Kecamatan Jogorogo.

Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono dalam sambutannya mengatakan bahwa Padi Organik mulai dikembangkan tahun 2010 dimana tidak ada 1 hektar yang murni organik, tapi pada tahun  2013 sudah memperoleh sertifikasi Padi Organik di Desa Guyung, yang kemudian versi Padi Organik ini terus disebarkan sampai di Desa Kletekan.

“Lahan Padi  Organik ini sudah mencapai 20 hektar, sudah 3 kali panen  dan sudah sertifikasi, artinya terus ditanam Padi  Organik. Alasan penanaman Padi Organik adalah pertama, menjadikan tanah menjadi lebih sehat, karena tanpa pupuk kimia, kedua, kualitas beras menjadi lebih sehat dan yang ketiga, harga padi organik dua kali lipat dari beras biasa, ini akan menguntungkan bagi petani, karena dengan hasil panen yang  sama dan biaya produksi lebih rendah diperoleh harga jual yang tinggi.”jelasnya.

Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono akan memberikan hibah kepada Kelompok Tani ‘Lawu Subur’ berupa sapi ternak untuk dikembangkan, dan memberikan asuransi ganti rugi sebesar 6 juta per hektar, jika terjadi gagal panen padi organik.

Tahun 2016, Kabupaten Ngawi menargetkan luas lahan pertanian padi 129 ribu hektar, dan sekarang dengan kebersamaan telah mencapai mencapai 136 ribu hektar, dan semula panen 770 ribu ton gabah kering menjadi 783 ribu ton gabah kering. Sementara itu  konsumsi beras Kabupaten Ngawi hanya 150 ribu ton atau 20% dari hasil panen, sisanya 80% untuk penyediaan lumbung pangan nasional.

Di kesempatan acara kegiatan tersebut, Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono juga meresmikan pemakaian DAM  Kaliombo yang terletak di tengah-tengah area sawah, guna mengatur penggunaan air dari sumber untuk pengairan lahan pertanian.

Bupati Ngawi Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-52 Dan Resmikan VCT Di Puskesmas Jogorogo



Ket. Photo: Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono bersama Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar H., ST., MH., Setda Kabupaten Ngawi, Siswanto, Ketua DPRD Ngawi, Dwi Rianto Djatmiko dan Kepala Puskesmas Jogorogo, dr. Ririn Panca W.

Ngawi, SURYA INDONESIA

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke- 52, Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono memimpin upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52 tahun 2016 di halaman Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, Senin(14/11).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono membacakan sambutan tertulis dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F.Moeloek, Sp.M(K). Sambutan tertulis dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F.Moeloek, Sp.M(K) yang dibacakan Bupati Ngawi itu menyatakan bahwa pencegahan penyakit sangat tergantung pada perilaku individu. Didukung oleh kualitas lingkungan, ketersediaan sarana dan prasarana serta dukungan regulasi untuk hidup sehat. Diperlukan keterlibatan aktif secara terus-menerus dari seluruh komponen, baik pemerintah pusat maupun daerah, sektor non-pemerintah, dan masyarakat.

Dengan demikian, diperlukan sebuah gerakan untuk mendorong masyarakat agar berperilaku hidup sehat. Dengan tema peringatan HKN ke-52 tahun 2016,  “ Indonesia Cinta Sehat” dengan Sub Tema “Masyarakat Hidup Sehat, Indonesia Kuat’. Yang bermakna secara luas, seiring dengan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Sehingga saat ini penting sekali untuk mengedukasi masyarakat agar berperilaku sehat, mengajak mereka membiasakan hidup sehat, dan memberikan tanggung jawab menjaga diri sendiri, keluarga dan lingkungannya untuk hidup sehat.

Setelah selesai memimpin upacara, Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono meresmikan Voluntary Counselling and Testing (VCT) di Puskesmas Jogorogo. Diikuti oleh Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, Dwi Rianto Djatmiko, Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar H. ST., MH., Setda Kabupaten Ngawi, Siswanto, Kepala SKPD terkait dan dari Unsur Pimpinan Daerah Kabupaten Ngawi. Dalam acara peresmian klinik VCT tersebut, terlihat hadir juga, Camat Jogorogo Drs. Supriyadi, M.Si., Kepala Puskesmas Jogorogo, dr. Ririn Panca. W, Kepala Desa se-Kecamatan Jogorogo dan para tamu undangan dari Barisan Kesehatan Kabupaten Ngawi.

Dalam sambutannya, sebelum meresmikan Klinik VCT, Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono mengatakan bahwa, “Sebenarnya, keberadaan klinik VCT ini sangat diharapkan dapat memudahkan penanganan dan pengobatan terhadap warga yang terinfeksi HIV/ AIDS serta dapat membantu mengurangi infeksi HIV,” kata Budi Sulistyono.

Klinik VCT, lanjut Bupati Ngawi, diharuskan mampu memberikan layanan penanggulangan HIV/ AIDS, bukan saja melayani konseling dan tes HIV secara sukarela, tapi juga memberikan pengobatan dan perlindungan bagi penderita ODHA (orang dengan HIV/AIDS).

Budi Sulistyono juga mengharapkan dengan dibukanya layanan ruang operasi dan klinik VCT tersebut, menjadikan pelayanan di Puskesmas Jogorogo  bisa semakin meningkat, karena fasilitas yang dimiliki tidak kalah dengan rumah sakit.

“Saya harapkan pelayanan Puskesmas Jogorogo agar semakin meningkat setelah dibukanya ruang operasi dan klinik VCT, serta Puskesmas lainnya harus bisa bersaing dalam melayani penderita HIV/AIDS” pungkasnya.

Selasa, 19 September 2017

Sosialisasi Tentang Daya Tangkal Dan Daya Cegah Terhadap Kejahatan Narkoba, Terorisme, Sparatisme






Ket. Photo: Kegiatan Sosialisasi di Mapolsek Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi.

Ngawi, SURYA INDONESIA

Dengan semakin meningkatnya peredaran narkoba yang sudah masuk sampai ke pelosok desa dan tidak pandang usia, status sosial, dan jabatan yang bisa menjadi korban, sehingga Bangsa Indonesia menyatakan perang melawan Narkoba. Selain itu, dengan banyak munculnya kelompok-kelompok yang berkedok keagamaan yang merongrong kedaulatan NKRI dan isu-isu menculnya paham komunis dalam bentuk baru, yang saat ini sudah sangat mengkhawatirkan, maka Pihak Polres Ngawi bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa mengadakan sosialisasi tentang kejahatan narkoba, Terorisme dan Sparatisme di Mapolsek Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi pada tanggal 6 Oktober 2016 lalu.

Tampak hadir dalam Kegiatan tersebut, Kapolres Ngawi, Tim Pembicara dari Sat Binmas dan Sat Binmas Polres Ngawi serta Kasi Ideologi Wawasan Kebangsaan Dan Bela Negara Kabupaten Ngawi, Inngam, SIP, Kapolsek Kecamatan Jogorogo bersama seluruh anggota, Kepala Desa Tanjungsari, Kepala Desa Dawung dan Kepala Desa Jogorogo atau yang mewakili, serta warga masyarakat dan pemuda-pemudi karang taruna dari 3 Desa yang mewakili desanya. Terlihat ekspresi dari wajah peserta yang hadir sangat fokus dan konsentrasi mendengarkan materi yang disampaikan.

“Konsep bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai rasa kecintaannya kepada negara kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara Republik Indonesia. Seluruh masyarakat mengembangkan kesadaran berbangsa dan bela negara, guna memperkokoh ketahanan bangsa, sehingga dapat mengantisipasi dan mengatasi persoalan-persoalan yang sedang dihadapi oleh bangsa dan negara,”terang Inngam, SIP., Kasi Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, Kabupaten Ngawi.

“Untuk mewujudkan perilaku bekerja keras menciptakan keamanan melawan peredaran narkoba dengan menjaga harkat martabat sesuai dengan profesi masing-masing. Penyalahgunaan narkotika psikototropika dan zat aditif lainnya adalah suatu bencana besar yang mengancam bangsa ini, yang berdampak merosotnya moral bangsa. Menurutnya, masyarakat luas khususnya generasi muda sangat mudah mendapatkan barang haram ini. Dimulai dari coba-coba sampai pada tingkat kecanduan dan dijadikan ladang bisnis bagi para pengedar/ bandar narkoba. Selain berdampak pada merosotnya moral anak bangsa, hal terburuk dari penyalahgunaan narkotika ini adalah terjangkit penyakit HIV/ AIDS,” papar Tim Sat Narkoba Polres Ngawi .

“Salah satu yang masih efektif adalah dilakukan upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika dengan melakukan usaha preventif melalui sosialisasi bahaya narkoba, psikototripika dan zat adiktif kepada masyarakat luas, terutama para pelajar dan mahasiswa serta memutuskan jalur peredaran narkoba, khususnya di wilayah Ngawi. Perlu kerjasama dengan semua pihak di kalangan masyarakat untuk pencegahan penyalahgunaan narkoba. Karena ini bukan hanya tanggung jawab Pihak Kepolisian dan Pemerintah semata, tetapi tanggung jawab orang tua untuk mengawasi dan memperhatikan tingkah laku pergaulan anak-anaknya dan tanggung jawab masyarakat untuk selalu mengawasi dan memantau kejadian yang mencurigakan di sekitar lingkungannya untuk dilaporkan ke pihak berwajib terdekat.”pungkasnya.