SELAMAT DATANG DI WWW.NGAWI-DATABERITA.BLOGSPOT.CO.ID*-KUMPULAN BERITAKU-*
Tampilkan postingan dengan label Pemerintahan Desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemerintahan Desa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 September 2017

Desa Kendal Adakan Pelatihan Ternak Kambing


Ket. Photo Ia: (dari kiri ke kanan) Penyampai Materi, Ketua BPD, Sekdes Desa Kendal, dan Ketua LPMD


Ket. Photo Ib: Peserta yang hadir dalam acara Pelatihan Ternak Kambing

Ngawi, SURYA INDONESIA

Pemerintah Desa Kendal, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, terutama para peternak kambing, mengadakan Pelatihan Ternak Kambing di Aula Kantor Desa Kendal, pada hari Kamis, 29 Desember 2016 lalu. Acara tersebut dibuka oleh Kepala Desa Kendal, Harjito yang diwakili Sekretaris Desa Kendal, Hendro Supriyono.

Terlihat hadir, Kepala Desa Kendal, Harjito atau yang mewakili, bersama seluruh perangkat Desa Kendal, Ketua BPD Desa Kendal bersama seluruh anggota, Ketua LPMD Desa Kendal bersama seluruh anggota dan para narasumber serta para peternak kambing dan sapi.

Dalam sambutannya, Ketua LPMD Desa Kendal yang merangkap Ketua Panitia, juga sebagai Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Pemberdayaan Masyarakat Desa Kendal, Pujianto mengatakan bahwa, “Pelatihan ternak kambing ini sangat diperlukan oleh masyarakat Desa Kendal, agar para peternak kambing tersebut bisa mengerti cara membuat kandang dengan benar dan sehat, juga bisa memelihara kambing yang sehat dengan mengetahui dan memperhatikan ciri-ciri kambing yang sehat, serta dapat membuat pakan organik yang benar, sehingga dengan bekal pengetahuaan yang telah didapat bisa mengembang-biakkan ternak kambing yang dimilikinya.” terangnya.

Kepala Desa Kendal, Harjito melalui Sekretaris Desa Kendal, Hendro Supriyono mengatakan bahwa, “Dengan adanya pelatihan ini diharapkan warga masyarakat bisa mempraktekkan sendiri di rumah pekarangan mereka, bila masih belum paham dan mengerti mereka bisa menanyakan ke narasumber secara langsung. Terlebih lagi, jika mereka bisa mengaplikasi pelatihan ternak kambing tersebut, tentunya akan membawa dampak pada kesejahteraannya, karena dari hasil penjualan kambing yang sehat memiliki harga jual yang tinggi,” tuturnya.

Acara Pelatihan Ternak Kambing berjalan lancar hingga berakhirnya praktek langsung cara membuat pakan ternak organik dari bahan semua jerami. Peserta yang hadir terlihat sangat antusias dan penuh perhatian dengan semua materi yang dipaparkan oleh para narasumber.

Pagelaran Wayang Dan Ketoprak Mewarnai Tradisi Bersih Desa Karanggupito


Ket. Photo: (kiri) Kepala Desa Karanggupito, Bambang Suryo Saputro,SE memberikan santunan (kanan) Pertunjukan Seni Budaya Ketoprak asal Desa Karanggupito.

Ngawi, SURYA INDONESIA

Setiap desa memiliki ciri khas tersendiri di dalam menggelar tradisi adat bersih desa, salah satunya seperti Desa Karanggupito, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi yang mengadakan acara bersih dengan berbagai kegiatan dalam acara adat istiadat tersebut. Karena acara bersih desa memiliki makna rasa gotong royong yang berarti menghilangkan individualisme dan egoistis. Ini dapat kita lihat dalam kerjasama antara Pemerintah Desa dengan seluruh warga masyarakatnya  dalam melaksanakan pagelaran wayang kulit yang mengambil lakon carita ‘Turuning Wahyu Karahayon”  dengan Ki Dalang Haji Anom Sunarto Kenur dari Sragen di hari pertamanya, (22/10) dan dilanjutkan hari kedua, (23/10) dengan pementasan hadroh dan ketoprak dapat terlaksana dengan sukses.

Dengan adanya acara adat bersih desa yang merupakan warisan adat istiadat para leluhur (pepunden desa)sebagian bangsa Indonesia ini, seyogyanya perlu dipertahankan dan dilestarikan agar jangan sampai musnah. Hal ini perlu diperkenalkan pada generasi muda sebagai generasi penerus bangsa yang perlu menjiwai nilai-nilai luhur bangsa yang berdasar Pancasila, agar tidak tergerus oleh perkembangan teknologi modern dan mengalami pergeseran nilai yang dapat mendangkalkan adat istiadat leluhur.

Terlihat hadir, dalam acara tersebut, Camat Kendal, Danramil Kecamatan Kendal dan Kapolsek Kendal, Kepala Desa se-Kecamatan Kendal, Ketua BPD Desa Karanggupito berserta anggota, Ketua LPMD Desa Karanggupito berserta anggota, dan para tokoh masyarakat serta seluruh warga masyarakat yang tampak antusias berjubel memenuhi jalan dan halaman rumah Kepala Desa Karanggupito tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Karanggupito, Bambang Suryo Saputro, SE memberikan laporan dan pertanggungjawaban akan seluruh kegiatan pembangunan yang telah dilaksanakan Pemerintah Desa Karanggupito. “Dalam pembangunan di desa Karanggupito selama ini, dana yang didapat dari ADD dan DD maupun PAD Desa serta sumber dana yang lain telah direalisasikan dan dibagi secara merata di setiap dusun yang ada di Desa Karanggupito sesuai aturan yang berlaku,”terangnya.

“Kita bisa mengucap syukur kepada Allah SWT karena di tahun ini, Desa Karanggupito mendapatkan prestasi yang luar biasa antara lain meraih Juara I Lomba BKB Durian Tingkat Kabupaten Ngawi dan Juara I Lomba Siskampling Tingkat Kabupaten Ngawi. Ini harus bisa kita pertahankan dan terus lebih ditingkatkan lagi,”Tambah Bambang Suryo Saputro, SE., Kepala Desa Karanggupito disambut dengan riuhnya tepuk tangan seluruh warga masyarakat yang datang.

Harapan ke depan, semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat, keselamatan, ketentraman dan kemakmuran bagi seluruh warga masyarakat desa Karanggupito serta dihindarkan dari bencana maupun pageblug, sehingga hasil panen semakin melimpah di tahun-tahun mendatang. 

Bersih Desa Talang Diramaikan Dengan Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk


Ket. Photo: (kiri) Kepala Desa Talang menyerahkan tokoh wayang ke Ki Dalang Alex Budi Utomo, (kanan) Ibu-Ibu Kepala Desa se-Kecamatan Jogorogo menyumbangkan sebuah tembang campursari.

Ngawi, SURYA INDONESIA

Bersih Desa merupakan tradisi leluhur yang dilaksanakan setahun sekali di desa-desa yang mengadakannya. Karena tidak semua desa yang masih melaksanakan tradisi leluhur ini. Sebenarnya makna dari bersih desa adalah menumbuhkan rasa kebersamaan, kegotongroyongan, dan guyub rukun diantara warga masyarakatnya dengan Pemerintah Desa di dalam membangun desanya. Bersih Desa juga merupakan wujud ucapan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmatNya dan hikmatNya, serta keselamatan dan kelimpahan bagi seluruh warga masyarakat. Dengan harapan ke depannya, agar Allah SWT senantiasa memberikan hidup yang ayem, tentrem, dan gemah ripah loh jinawi serta dijauhkannya dari bencana.

Pemerintah Desa Talang, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi di tahun ini mengadakan tradisi adat Bersih Desa dengan menggelar wayang kulit semalam suntuk di halaman Kantor Desa Talang, pada hari Senin Malam, (24/10) lalu. Di sela-sela pagelaran wayang kulit tersebut, para kepala desa se-Kecamatan Jogorogo, Camat Jogorogo dan anggota dewan dari Fraksi PDI Perjuangan diberikan kesempatan untuk menyumbangkan sebuah tembang ataupun lagu secara bergantian.

Ki Dalang Alex Budi Utomo dalam memainkan tokoh-tokoh wayang terlihat sangat luwes dan terampil, dengan menggerakkan tokoh-tokoh wayangnya seperti hidup. Diselingi canda tawa dan kelucuan dalam bercerita, sehingga sangat menghibur para warga masyarakat dan seluruh tamu undangan yang hadir di sana.

Dalam Pagelaran Wayang Kulit semalaman tersebut, berkesempatan hadir Unsur Muspika Kecamatan Jogorogo, Kepala Desa se-Kecamatan Jogorogo, Ketua BPD Desa Talang beserta anggota, Ketua LPMD Desa Talang beserta anggota, para tokoh masyarakat dan tamu undangan serta seluruh warga masyarakat Desa Talang yang terlihat sangat antusias dan senang memenuhi jalan dan halaman Kantor Desa Talang.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Talang, Kecamatan Jogorogo, Heru Agus Budianto menuturkan bahwa kegiatan Bersih Desa tahun ini, sebelum di gelar wayang kulit semalam suntuk, pada hari sebelum diadakan perlombaan volly dan hiburan musik electone untuk menghibur warga dan memeriahkan tradisi adat bersih desa tersebut.

“Kemarin, sebelum Pagelaran Wayang Kulit ini,  Pemerintah Desa Talang telah mengadakan lomba volly dan juga musik elekton untuk menghibur dan memeriahkan acara tradisi Bersih Desa, beda dengan tahun lalu.”tuturnya. “Semoga dengan terlaksananya Bersih Desa ini, di tahun-tahun mendatang Desa Talang bersama seluruh warganya diberikan kemudahan dalam usahanya, ketentraman dan kemakmuran oleh Allah SWT.”Lanjutnya.

Acara berlangsung dengan sukses dan lancar, terbukit dengan seluruh warga dan tamu yang hadir mengikuti Pagelaran Wayang Kulit tersebut hingga purnanya. Ini tak lepas dikarenakan ada dukungan dari seluruh warga masyarakat Desa Talang dan semua pihak yang terkait.

Upacara Kebo Ketan


Ket. Photo Ia:  Arak-arakan Ritual Kebo Ketan


Ket. Photo Ib: Kepala Desa Sekarputih, Kecamatan Widodaren, Sukiman memberikan Sambutan


Ket. Photo Ic: Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono sedang memberikan Sambutan

Ngawi, SURYA INDONESIA

Pemerintah Desa Sekarputih, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi menggelar Upacara Kebo Ketan dalam rangka memperingati Hari Maulid Nabi di lapangan Desa Sekarputih, (18/12).  Acara ini dapat terselenggara berkat dukungan dan kerjasama dari Keraton Ngiyom dan Brahmatio, Tokoh Budayawan juga seorang sutradara beserta Dalang Kondang Ki Haji Manteb Sudarsono dan seluruh elemen yang terkait.

Dengan sentuhan lembut Sang Budayawan, Bramantio akhirnya upacara Kebo Ketan dapat terlaksana dengan spektakuler. Dalam parade budaya ‘Kebo Ketan’ diikuti  oleh para budayawan dari Solo, Yogyakarta, Sragen, Magetan, Ponorogo, Pacitan, Madiun dan dari lokal Ngawi sendiri. Tampak hadir dalam acara tersebut Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono bersama Ibu, , Kapolres Ngawi, Dandim Ngawi, Satker terkait, Camat Kedunggalar, Camat Widodaren, beberapa Kepala Desa yang ada di Kecamatan Widodaren, Kecamatan Kedunggalar dan para artis dan seniman dari Jakarta serta para tokoh budayawan lokal maupun nasional.

Warga masyarakat Desa Sekarputih tampak antusias berbondong-bondong memenuhi lapangan Desa Sekarputih. Menurut Dimas salah seorang warga Desa Sekarputih, menuturkan bahwa baru pertama kali ini upacara Kebo Ketan diselenggarakan bersamaan dengan memperingati Hari Maulid Nabi. Dan acara ini sangat menghibur segenap warga masyarakat yang datang.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sekarputih, Sukiman mengucapkan banyak terima kasih kepada semua yang telah membantu, yang tidak dapat disebutkan satu persatu namanya, baik dalam hal pikiran, tenaga bahkan dananya, sehingga akhirnya dapat terlaksananya acara Kebo Ketan ini dengan spektakuler dan sangat megahnya. “Kepada Bapak Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono, saya berharap dan memohon restu serta mengajukan acara ‘Kebo Ketan’ ini dapat dianggarkan dan diagendakan setiap satu tahun sekali. Acara ini merupakan pengembangan budaya lokal yang ditingkatkan ke skala nasional, guna mempersatukan berbagai agama dan kepercayaan sehingga Kabupaten Ngawi boleh dikenal oleh daerah lain dengan kekayaan budayanya.

Lanjutnya, “Upacara Kebo Ketan ini memiliki filosofi, dalam budaya Jawa Kebo (Kerbau/ Sapi Jantan} dapat  dijadikan nama orang, seperti yang pernah kita dengar nama Kebo Ijo, Mahesa Jenar yang merupakan tokoh-tokoh terkenal pada jaman dulu, kemudian orang Jawa saat melahirkan seorang bayi, bayinya didekatkan dengan hidung Kerbau agar terkena nafasnya, dengan harapan bayi ini dapat memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Kerbau mempunyai sifat mau kerja keras tetapi tidak mau dipaksa, harus dihibur dengan nyanyian. Ini merupakan gambaran atau dapat diibaratkan dengan rakyat. Jadi yang perlu diperhatikan oleh seorang pemimpin agar tidak memaksakan kehendaknya kepada rakyat, tetapi harus melakukan pendekatan yang persuasif dan mengutamakan kepentingan rakyatnya, karena pada dasarnya rakyat tetap mau kerja keras.” Jelas Sukiman, Kepala Desa Sekarputih.

Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulisyono sangat mengapresiasikan kegiatan upacara adat tersebut, dengan kegiatan tersebut yang bisa mendatangkan orang dari daerah luar bahkan mancanegara, sehingga dapat membawa dan mengangkat nama Ngawi semakin dikenal secara luas. Pemerintah Daerah Ngawi  bersama seluruh warga masyarakat yang hadir sangat mendukung upacara adat tersebut dapat dilakukan setiap tahun. Karena ini dapat menambah keragaman dan kearifan budaya lokal,bahkan dapat mempersatukan keragaman agama yang mau bergotongroyong untuk mewujudkan kegiatan itu dapat terlaksana sukses.

Acara demi acara dalam Parade Kebo Ketan dan Upacara Kebo Ketan berlangsung dengan lancar dan khidmatnya, seluruh tamu undangan dan warga masyarakat yang hadir mengikuti jalannya upacara dengan penuh perhatian dan tertib hingga berakhirnya acara. Pada malam harinya, masyarakat  dihibur pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang, Ki H. Manteb Sudarsono.

Desa Gentong Gelar Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk


Ket. Photo : Kepala Desa Gentong, Kecamatan Paron, Sugeng Wiyono menyerahkan Tokoh Wayang kepada Ki Dalang Alex Budi Utomo.


Ket. Photo : Kepala Desa Gentong, Kecamatan Paron, Sugeng Wiyono (sebelah kanan pakai peci nasional) duduk bersama Muspika Kecamatan Paron dan Tamu Undangan.

Ngawi, SURYA INDONESIA
Dalam rangka Bersih Desa Gentong, Kecamatan Paron, Kepala Desa Gentong, Sugeng Wiyono  menggelar pagelaran wayang kulit di Pendopo Balai Desa Gentong (02/12), acara tersebut sangat meriah dengan diundangnya Dalang, Ki Alex Budi Utomo dari Simo, dengan lakon ceritanya ‘Werkudoro Kutho’. Acara tersebut dihadiri oleh Muspika Kecamatan Paron, sejumlah anggota BPD dan LPMD, seluruh Perangkat Desa Gentong, Ketua RT dan RW, Tokoh Masyarakat, serta semua warga masyarakat.

Menurut Kepala Desa Gentong, Sugeng Wiyono, dalam sambutannya, “Bersih Desa merupakan tradisi peninggalan para leluhur yang dijalani satu tahun sekali. Dengan tujuan agar dapat menumbuhkan rasa kebersamaan, solidaritas, gotong-royong dan rukun antar warganya. Dan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan hikmat-Nya dan kelimpahan rezeki bagi seluruh warga masyarakat.” Terang Sugeng Wiyono.

Adapun, acara berlangsung dengan sangat meriah, warga dan tamu undangan sangat terhibur dengan permainan wayang oleh dalang, Ki Alex Budi Utomo dengan luwesnya. Selain untuk menghibur warga masyarakat Desa Gentong, Pagelaran wayang kulit ini juga untuk ajang bersilaturahmi antar warga masyarakat dengan Kepala Desa dan Perangkat.

Harapannya ke depan, “Semoga di tahun-tahun mendatang Pemerintah Desa Gentong dan seluruh masyarakatnya, dijauhkan dari musibah dan malapetaka, serta diberikan rasa aman, tentram dan kesejahteraan serta kemakmuran sehingga dimudahkan dalam segala usaha pekerjaannya, Amin.” harapnya. 

Bersih Desa Dawung Dimeriahkan Pagelaran Wayang Kulit


Ket. Photo : Kepala Desa Dawung, Kecamatan Jogorogo, Agus Wawan S., menyerahkan Tokoh Wayang kepada Ki Dalang, Bambang Triyatmoko.

Ket. Photo :  Para Sinden sedang melantunkan tembang-tembang Jawa.

Ngawi, SURYA INDONESIA

Warga masyarakat Desa Dawung, Kecamatan Jogorogo, berbondong-bondong datang ke Kantor Balai Desa Dawung untuk menyaksikan pagelaran Wayang Kulit yang digelar semalam suntuk oleh Kepala Desa Dawung, Agus Wawan S., dalam rangka Bersih Desa Dawung (02/12).

Pagelaran wayang kulit sangat meriah dengan didatangkannya Ki Dalang, Bambang Triyatmoko dari KedungPrahu, Walikukun. Dengan lakon cerita ’Semar Mbangun Khayangan’. Terlihat hadir, Muspika Kecamatan Jogorogo, Kepala Desa se-Kecamatan Jogorogo, Ketua dan anggota BPD Desa Dawung, Ketua dan anggota LPMD Desa Dawung, Tokoh Masyarakat, serta Masyarakat Desa Dawung yang sudah terlebih dahulu memenuhi tempat diadakannya pagelaran wayang kulit tersebut.
Suasana semakin malam semakin ramai, warga masyarakat juga sangat menikmati permainan wayang yang dimaikan oleh dalang dan juga tembang-tembang yang dialunkan merdu mendayu-dayu oleh sinden. Bagaikan menghanyutkan kalbu yang mendengarnya.

Menurut Kepala Desa Dawung, Agus Wawan S., “Acara bersih desa itu adalah adat turun temurun dari leluhur yang diadakan satu tahun sekali. Ini harus dilestarikan oleh generasi penerus bangsa. Dengan adanya adat bersih desa ini, semoga pemuda sebagai generasi penerus dapat mengerti dan melestarikan adat istiadat para leluhur yang adiluhung ini, agar tidak terus-menerus tergeser oleh budaya modern.

Tidak hanya untuk memeriahkan acara bersih desa ini, Pagelaran wayang kulit juga sebagai ajang bersilaturahmi, dan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya kepada masyarakat desa. “Acara bersih desa dan Pagelaran wayang kulit ini sebagai ungkapan rasa syukur terhadap Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, serta kesejahteraan dan kesehatan kepada seluruh warga masyarakat Desa Dawung.” Ujar Kepala Desa Dawung, Agus Wawan S.

“Harapan kedepan semoga adat bersih desa ini dapat dilakukan setiap tahunnya, karena saya senang melihat masyarakat saya sangat antusias dan terhibur dengan adanya adat bersih desa dan pagelaran wayang kulit ini.” pungkasnya. 

Bupati Ngawi Hadiri Kegiatan Pengembangan Desa Pertanian Padi Organik Di Desa Kletekan


Ket. Photo: Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono bersama USPIMDA Kabupaten Ngawi mengawali Panen Raya Padi Organik di Desa Kletekan, Kecamatan Jogorogo.

Ngawi, SURYA INDONESIA

Dalam Rangka Pengembangan Desa Pertanian Organik Padi Tahun 2016, pada hari Senin, 14 November 2016 di Desa Kletekan, Kecamatan Jogorogo diselenggarakan acara Kegiatan Hari Lapang Petani. Hadir dalam acara ini Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono, Wakil Bupati, Ony Anwar H., ST., MH., Ketua DPRD Dwi Riato Djatmiko,  SH., Uspimda Kabupaten Ngawi, Kepala SKPD terkait dan Petani Desa Kletekan, Kecamatan Jogorogo.

Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono dalam sambutannya mengatakan bahwa Padi Organik mulai dikembangkan tahun 2010 dimana tidak ada 1 hektar yang murni organik, tapi pada tahun  2013 sudah memperoleh sertifikasi Padi Organik di Desa Guyung, yang kemudian versi Padi Organik ini terus disebarkan sampai di Desa Kletekan.

“Lahan Padi  Organik ini sudah mencapai 20 hektar, sudah 3 kali panen  dan sudah sertifikasi, artinya terus ditanam Padi  Organik. Alasan penanaman Padi Organik adalah pertama, menjadikan tanah menjadi lebih sehat, karena tanpa pupuk kimia, kedua, kualitas beras menjadi lebih sehat dan yang ketiga, harga padi organik dua kali lipat dari beras biasa, ini akan menguntungkan bagi petani, karena dengan hasil panen yang  sama dan biaya produksi lebih rendah diperoleh harga jual yang tinggi.”jelasnya.

Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono akan memberikan hibah kepada Kelompok Tani ‘Lawu Subur’ berupa sapi ternak untuk dikembangkan, dan memberikan asuransi ganti rugi sebesar 6 juta per hektar, jika terjadi gagal panen padi organik.

Tahun 2016, Kabupaten Ngawi menargetkan luas lahan pertanian padi 129 ribu hektar, dan sekarang dengan kebersamaan telah mencapai mencapai 136 ribu hektar, dan semula panen 770 ribu ton gabah kering menjadi 783 ribu ton gabah kering. Sementara itu  konsumsi beras Kabupaten Ngawi hanya 150 ribu ton atau 20% dari hasil panen, sisanya 80% untuk penyediaan lumbung pangan nasional.

Di kesempatan acara kegiatan tersebut, Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono juga meresmikan pemakaian DAM  Kaliombo yang terletak di tengah-tengah area sawah, guna mengatur penggunaan air dari sumber untuk pengairan lahan pertanian.

Kamis, 14 September 2017

Desa Krandegan Prioritaskan Pembangunan Rabat Jalan dan Talud




Ket. Photo: Pembangunan Rabat Jalan dan Talud di Desa Krandegan, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, (24/6)

Ngawi, SURYA INDO

Di Tahun Anggaran 2016 ini, Pemerintahan Desa Krandegan, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi mem-prioritaskan pembangunan rabat jalan dan talud. Pembangunan rabat jalan dilaksanakan di Dusun/ Desa Krandegan merupakan jalan protokol desa sebelah Timur-Selatan dengan volume panjang 370 meter x lebar 4,5 meter x 10 cm, jalan sebelah Timur SDN Krandegan sampai ke hutan dengan volume panjang 370 meter x lebar 4,5 meter x 10 cm, untuk pembangunan rabat jalan tersebut anggarannya berasal dari DD (Dana Desa) Tahun Anggaran 2016. Kemudian, Pembangunan Talud Makam menuju ke sawah dan perkebunan dengan volume panjang 140 meter x tinggi 2,5 - 3 meter, dana pembangunan berasal dari ADD Tahun Anggaran 2016

Menurut, Ketua TPK (Tim Pengelola Kegiatan), Tri Pujiharto bahwa pelaksanaan pembangunan rabat jalan dan talud makam di Dusun/ Desa Krandegan ini berjalan sangat lancar, ini dikarenakan warga masyarakat ikut berpartisipasi secara aktif dan kompak dalam pengerjaannya sampai dengan selesai.

Di Tempat terpisah, Kepala Desa Krandegan, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Tri Mulyono mengatakan bahwa, “Desa Krandegan memiliki potensi pasar tradisional di dekat jalan protokol desa, dengan memiliki jalan semakin baik dan memadai, tentunya menunjang aktifitas para pedagang dan petani dalam proses lajunya roda perekonomian desa. Ini, juga akan meningkatkan penghasilan para pedagang dan para petani, sehingga kesejahteraan warga masyarakat semakin baik.”

Kepala Desa Krandegan, Kecamatan Ngrambe, Tri Mulyono, menambahkan bahwa, “Selain membangun rabat jalan protokol desa, Pemerintahan Desa Krandegan juga membangun talud makam, dengan tujuan untuk menahan tanah dari longsor karena banjir. Dengan pembangunan tersebut, Kades Krandegan berharap warga masyarakat dapat langsung merasakan dan menikmati bantuan dana desa dan ADD baik dari Pemerintahan Pusat maupun Pemerintahan Daerah dan menghimbau pada seluruh warga masyarakat untuk bisa menjaga dan merawat fasilitas infrastruktur yang telah ada secara bersama-sama.”

“Pemerintahan Desa Krandegan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintahan Pusat dan Pemerintahan Daerah yang telah mengalirkan dananya untuk pembangunan di Desa Krandegan, sehingga Desa Krandegan dapat menyamakan-ratakan pembangunannya dan tidak kalah dengan desa yang lainnya. Tak lupa juga, Pemerintahan Desa Krandegan menghaturkan terima kasih kepada segenap warga masyarakat desa yang selalu mendukung dan ikut berperan aktif dalam setiap program pembangunan di desanya, sehingga menjadikan Desa Krandegan semakin maju dan semakin lebih baik lagi kedepannya,”pungkas Tri Mulyono, Kades Krandegan.

Rabu, 13 September 2017

Pelantikan Kepala Dusun Plosokerep Desa Kuniran Berlangsung Khidmat




Ket. Photo: Kepala Desa Kuniran, Heri Sugiyanto mengambil Sumpah Jabatan Pada Kepala Dusun Plosokerep, Sanusi (dok.Zainal)

Ngawi, SURYA INDO

Pada awal bulan suci, puasa Ramadhan, Senin, 6 Juni 2016 telah berlangsung Pelantikan Kepala Dusun Plosokerep, Desa Kuniran, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi di Balai Desa Kuniran. Dalam acara tersebut, dihadiri Camat Sine, Kapolsek Sine, Danramil Sine, Ketua BPD Desa Kuniran beserta anggota, Kepala KUA Sine dan beberapa tokoh masyarakat bersama tamu undangan. Acara yang digelar mulai jam 10.00 wib sampai dengan selesai  berlangsung dengan khidmat meski telah memasuki puasa hari pertama.
Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Kuniran, Heri Sugiyanto menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua Panitia Pilihan Kepala Dusun beserta anggota telah berhasil sukses menggelar acara Pilkasun hingga mencapai puncaknya yakni Pelantikan Kepala Dusun Terpilih, Sanusi dengan lancar, aman dan kondusif. Tak lupa juga, Kepala Desa Kuniran mengucapkan terima kasih kepada segenap aparat keamanan, baik dari TNI, Kepolisian dan Linmas yang ikut mengamankan acara Pilkasun Plosokerep yang lalu.

Masih dalam kesempatan yang sama, Kepala Dusun Kuniran, Heri memberikan arahan dan masukan kepada Kepala Dusun Plosokerep yang baru dilantik, bahwa Sdr. Sanusi sekarang sudah menjadi bagian dari Pemerintah Desa Kuniran, jabatan yang sekarang ini merupakan amanah dari Allah Swt. yang dipercayakan kepada saudara untuk dilaksanakan dengan sejujur-jujurnya, seadil-adilnya dan seikhlas-ikhlasnya untuk melayani masyarakatm, khususnya Dusun Plosokerep dan umumnya, Desa Kuniran.
“Di dalam menjalankan tugasnya, Saya berharap Saudara Sanusi harus menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 1945 serta peraturan perundang-undangan yang berlaku, menjaga nama baik Dusun Plosokerep, Pemerintah Desa Kuniran bahkan bangsa dan negara Indonesia, pada umumnya.” Pungkasnya.

Selasa, 12 September 2017

Kades Kletekan Lantik Kepala Dusun Kletekan Terpilih




Ngawi, SURYA INDO

Pemerintahan Desa Kletekan gelar Pelantikan Kepala Dusun Kletekan Terpilih, pada hari Senin, 30 Mei 2016 di Balai Desa Kletekan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi. Yang mana acaranya dimulai jam 11.00 WIB sampai dengan selesai. Sebelumnya, pada tanggal 22 Mei 2016 lalu telah dilaksanakan Pemilihan Kepala Dusun Kletekan dengan 3 Calon yang ikut macung. Akhirnya, calon nomor urut 1, Udin Wahono meraih 288 suara mengungguli 2 calon lainnya, sehingga Udin Wahyono berhak untuk dilantik menjadi Kepala Dusun Kletekan.

Terlihat hadir dalam acara tersebut, Camat Jogorogo, Kapolsek Jogorogo, Danramil Jogorogo, Ketua BPD Desa Kletekan dan anggota beserta para tamu undangan, tokoh masyarakat dan segenap perangkat Desa Kletekan.

Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Kletekan, Sularso menyampaikan, “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada segenap masyarakat Desa Kletekan yang telah membantu terselenggaranya Pilkasun dan pelantikan ini dengan aman, lancar dan kondusif. Terima kasih juga kepada Camat Jogorogo, Kapolsek Jogorogo, Danramil Jogorogo dan Ketua BPD serta Ketua Panitia yang hadir bersama-sama dengan seluruh anggotanya untuk mengikuti acara pelantikan Kepala Dusun Kletekan, Udin Wahyono ini.”

“Kepada Saudara Udin Wahyono, saya sampaikan selamat bertugas sebagai Kepala Dusun Kletekan yang baru, sebagai Kasun yang baru seyogyanya bisa menjalankan tugas dan tanggungjawabnya. Keluhan-keluhan dari warga Dusun Kletekan harus bisa ditampung dan segera dicarikan solusinya. Bila ada permasalahan di antara warga Dusun Kletekan, sebisa mungkin diselesaikan di dalam, jangan sampai masalah itu keluar. Sebagai kepanjangan tangan dari Kepala Desa, Kasun diharapkan bisa saling berkoordinasi dan membantu Kepala Desa. Sehingga kegiatan pemerintahan Desa Kletekan bisa berjalan lebih baik dalam hal pelayanan kepada masyarakat.”lanjutnya.

Kepala Desa Kletekan, Sularso mengingatkan bahwa sebagai Kepala Dusun merupakan kerja pelayanan, upah atau gaji tidak memadai, sehingga setelah menjabat Kepala Dusun, jangan sampai meninggalkan bisnis yang sudah ditekuninya.

“Harapan saya, Saudara Udin Wahyono mendapat amanah kepercayaan dari masyarakat, khususnya Dusun Kletekan merupakan tugas dan tanggung jawab yang berat, saya percaya dan yakin bila mau belajar dan bekerja sama dengan perangkat desa lain, tentunya akan dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik,”pungkas Sularso, Kades Kletekan.