SELAMAT DATANG DI WWW.NGAWI-DATABERITA.BLOGSPOT.CO.ID*-KUMPULAN BERITAKU-*
Tampilkan postingan dengan label Pembangunan Desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembangunan Desa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 September 2017

Pagelaran Wayang Dan Ketoprak Mewarnai Tradisi Bersih Desa Karanggupito


Ket. Photo: (kiri) Kepala Desa Karanggupito, Bambang Suryo Saputro,SE memberikan santunan (kanan) Pertunjukan Seni Budaya Ketoprak asal Desa Karanggupito.

Ngawi, SURYA INDONESIA

Setiap desa memiliki ciri khas tersendiri di dalam menggelar tradisi adat bersih desa, salah satunya seperti Desa Karanggupito, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi yang mengadakan acara bersih dengan berbagai kegiatan dalam acara adat istiadat tersebut. Karena acara bersih desa memiliki makna rasa gotong royong yang berarti menghilangkan individualisme dan egoistis. Ini dapat kita lihat dalam kerjasama antara Pemerintah Desa dengan seluruh warga masyarakatnya  dalam melaksanakan pagelaran wayang kulit yang mengambil lakon carita ‘Turuning Wahyu Karahayon”  dengan Ki Dalang Haji Anom Sunarto Kenur dari Sragen di hari pertamanya, (22/10) dan dilanjutkan hari kedua, (23/10) dengan pementasan hadroh dan ketoprak dapat terlaksana dengan sukses.

Dengan adanya acara adat bersih desa yang merupakan warisan adat istiadat para leluhur (pepunden desa)sebagian bangsa Indonesia ini, seyogyanya perlu dipertahankan dan dilestarikan agar jangan sampai musnah. Hal ini perlu diperkenalkan pada generasi muda sebagai generasi penerus bangsa yang perlu menjiwai nilai-nilai luhur bangsa yang berdasar Pancasila, agar tidak tergerus oleh perkembangan teknologi modern dan mengalami pergeseran nilai yang dapat mendangkalkan adat istiadat leluhur.

Terlihat hadir, dalam acara tersebut, Camat Kendal, Danramil Kecamatan Kendal dan Kapolsek Kendal, Kepala Desa se-Kecamatan Kendal, Ketua BPD Desa Karanggupito berserta anggota, Ketua LPMD Desa Karanggupito berserta anggota, dan para tokoh masyarakat serta seluruh warga masyarakat yang tampak antusias berjubel memenuhi jalan dan halaman rumah Kepala Desa Karanggupito tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Karanggupito, Bambang Suryo Saputro, SE memberikan laporan dan pertanggungjawaban akan seluruh kegiatan pembangunan yang telah dilaksanakan Pemerintah Desa Karanggupito. “Dalam pembangunan di desa Karanggupito selama ini, dana yang didapat dari ADD dan DD maupun PAD Desa serta sumber dana yang lain telah direalisasikan dan dibagi secara merata di setiap dusun yang ada di Desa Karanggupito sesuai aturan yang berlaku,”terangnya.

“Kita bisa mengucap syukur kepada Allah SWT karena di tahun ini, Desa Karanggupito mendapatkan prestasi yang luar biasa antara lain meraih Juara I Lomba BKB Durian Tingkat Kabupaten Ngawi dan Juara I Lomba Siskampling Tingkat Kabupaten Ngawi. Ini harus bisa kita pertahankan dan terus lebih ditingkatkan lagi,”Tambah Bambang Suryo Saputro, SE., Kepala Desa Karanggupito disambut dengan riuhnya tepuk tangan seluruh warga masyarakat yang datang.

Harapan ke depan, semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat, keselamatan, ketentraman dan kemakmuran bagi seluruh warga masyarakat desa Karanggupito serta dihindarkan dari bencana maupun pageblug, sehingga hasil panen semakin melimpah di tahun-tahun mendatang. 

Senin, 18 September 2017

Pembangunan Jembatan Di Dusun Munggur Desa Giriharjo





Ket. Photo: Pembangunan Jembatan Munggur, Desa Giriharjo, Kecamatan Ngrambe.

Ngawi, SURYA INDONESIA

Pembangunan Jembatan di Dusun Munggur terlihat digeber pengerjaannya, agar dapat segera selesai pengerjaannya. Dikarenakan Jembatan tersebut merupakan akses utama warga masyarakat Dusun Munggur menuju jalan protokol desa. Jembatan Munggur yang dibangun sepanjang 4 meter itu memiliki lebar 3 meter dan tinggi 5,5 meter didanai dari anggaran Dana Desa Tahun 2016.

Menurut Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Pembangunan Desa Giriharjo, Kecamatan Ngrambe, Agus mengatakan bahwa, “Selain membangun Jembatan Munggur tersebut, Dana Desa digunakan untuk membangun TPT/ Talud di Dusun Nglaran RT 01/ RW 05 sepanjang 179,5 meter, 110 m3, TPT Selourik volume 139,3 m3, panjang 81 meter dan tinggi 2,4 meter serta TPT/ talud Dusun Babar, volume 162 m3, sepanjang 77 meter dengan tinggi 2,4 meter.”jelasnya saat di temui di lokasi pembangunan jembatan Munggur, Senin, (26/9).

Kepala Desa Giriharjo, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Suyono membenarkan bahwa di tahun ini, Desa Giriharjo masih fokus pada pembangunan infrastruktur guna memudahkan akses warga masyarakatnya untuk distribusi, jual beli hasil pertaniannya. Semua ini, selain mempercantik jalan protokol desa juga dapat melancarkan kegiatan perekonomian desanya.

“Saya selaku wakil dari Pemerintah Desa Giriharjo, Kecamatan Ngrambe mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang telah menggelontorkan bantuan dana pembangunan untuk Desa ini, sehingga dapat meneruskan dan menyukseskan dari Program Pemerintah Pusat terkait percepatan dan pemerataan pembangunan di kawasan perdesaan,”tutur Suyono.

Lebih lanjut, Suyono mengharapkan bahwa bantuan yang telah diberikan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dapat berlanjut secara kesinambungan agar pembangunan di desanya dapat terus dilaksanakan. Dan Desa Giriharjo semakin maju, mandiri dan sejahtera.

Pembangunan Jalan Paving dan Talud di Dusun Bedali, Desa Babadan





Ket. Photo: Pavingisasi dan Drainase di Dusun Bedali, Desa Babadan, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi.

Ngawi, SURYA INDONESIA

Pemerintah Desa Babadan, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, ditahun ini mengalokasikan Dana Desa untuk pembangunan jalan paving dan drainase {saluran) di RT 06/ RW 02 Dusun Bedali sepanjang 50 meter dengan lebar 2,7 meter dan ketebalan 6 cm, juga di RT 05/ RW 02 Dusun Bedali sepanjang 180 meter dengan lebar 3,8 meter dan memiliki ketebalan 6 cm, kemudian membangun TPT/ Talud di RT 04/ RW 02 Dusun Bedali sepanjang 52 meter x 3 meter dengan lebar 0,3 meter.

Menurut Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Pembangunan Desa Babadan, Aris Setiawan,”Pembangunan kali ini, Desa Babadan fokus pada perbaikan infrastruktur, khususnya memperbaiki dan membangun jalan protokol desa, Mas. Agar warga masyarakat dapat menikmati langsung hasil dari pembangunan di tahun anggaran ini.” Tuturnya.

Kades Babadan, Kecamatan Ngrambe, Sunaryo, Bsc, mengatakan, “Saya berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, dan telah mengatur sistem pemerintahan desa dengan membagi tugas kepada seluruh perangkat, sesuai dengan tanggung jawab dan tupoksi mereka, sehingga mereka bisa bersama-sama dalam melaksanakan pembangunan desa demi terwujudnya desa yang mandiri dan lebih baik,”jelasnya, saat diwawancarai di Ruangan Kantor Desa Babadan, Selasa, (20/9).

Harapan kedepan, dengan pembangunan infrastruktur di tahun ini,”Saya berharap jalan protokol dan jalan ekonomi yang telah selesai dibangun bisa digunakan untuk aktivitas sehari-hari warga masyarakat, yang mana dapat melancarkan transportasi, distribusi dari hasil pertanian dan perkebunan. Dan tentunya, tingkat penghasilan dan taraf hidup masyarakat semakin meningkat, Mas.” Tuturnya.

“Saya selaku wakil dari Pemerintah Desa Babadan, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi mengaturkan terima kasih yang sebesarnya pada pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang telah memberikan bantuan dana pembangunan bagi pemerintah desa Babadan, sehingga Desa Babadan, Kecamatan Ngrambe bisa melanjutkan pembangunan sesuai cita-cita dari Pemerintah Pusat untuk pemerataan pembangunan di kawasan perdesaan,”tutupnya.

Desa Hargosari Membangun Jembatan di Dusun Polo





Ket. Photo: Pembangunan Jembatan Dusun Polo, Desa Hargosari, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi

Ngawi, SURYA INDONESIA

Pemerintah Desa Hargosari, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi pada tahun ini, masih gencar-gencarnya melakukan pembangunan fisik, salah satu jembatan Polo, di RT 06/ RW 02, Dusun Polo, Desa Hargosari sepanjang 5 meter dengan lebar 3 meter dan tinggi 3,40 meter, yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2016.

Menurut Tim Pengelola Kegiatan (TPK)  Pembangunan Desa Hargosari, Karyanto bahwa Jembatan tersebut menghubungkan Dusun Polo dengan lahan pertanian dan perkebunan warga masyarakat, juga hutan milik Perhutanian. “Sekitar  90% warga masyarakat Dusun Polo sering melewati  dan menggunakan jembatan tersebut, karena banyak lahan pertanian warga masyarakat berada di seberang jembatan, Mas. Dan jarak antara jalan utama sampai jembatan Polo sekitar 2 km,” terang Karyanto saat ditemui di lokasi pembangunan Jembatan Polo, Selasa,(27/9).

Terpisah, Kepala Desa Hargosari, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Suharyana saat dikonfirmasi di tempat kediamannya membenarkan apa yang dikatakan Karyanto, Kasun Polo. “Memang benar, Mas. Apa yang dikatakan Kasun Polo tersebut. Selain itu saya juga mengembangkan usaha-usaha lain, seperti usaha keripik tempe dan budidaya ternak cacing lor. Dengan usaha seperti itu, saya ingin memberikan contoh kepada warga, jika usaha saya itu berhasil tentu saya akan mengajak warga masyarakat untuk membuka usaha dan budidaya cacing lor, sehingga bisa meningkatkan  perekonomian masyarakat desa, mengurangi pengangguran di desa dan melatih bisa mandiri dalam usaha, Mas.”tuturnya.

Lebih lanjut, Kepala Desa Hargosari, Kecamatan Sine, Suharyana mengatakan,”Saya berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan perekonomian warganya dengan berbagai cara yang saya bisa. Desa di sini memang ada prospek juga untuk peternakan, mungkin kedepannya Pemerintah Desa akan mengadakan kerjasama dengan Dinas Peternakan Kabupaten Ngawi,”jelasnya.

“Saya sebagai wakil dari Pemerintah Desa Hargosari mengucapkan terima kasih sebesarnya kepada Pemerintah Pusat dan Daerah yang telah memberikan Dana Pembangunan bagi Desanya, baik itu DD maupun ADD di tahun ini. Sehingga Desa Hargosari dapat melanjutkan pembangunannya. Harapan saya kedepan, agar bantuan seperti ini dapat diberikan secara berkelanjutan dan apa yang menjadi program nasional dari Kementerian Desa untuk pemerataan dan percepatan pembangunan di kawasan perdesaan dapat berjalan sukses,” pungkas Suharyana.

Desa Sidorejo Giat Membangun, Majukan Perekonomian Masyarakatnya




Ket. Photo: Pembangunan Rabat Jalan di Desa Sidorejo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi

Ngawi, SURYA INDONESIA

Kegiatan pembangunan pada hakikatnya mengadakan perubahan ekosistem lingkungan hidup di masyarakat. Sehingga partisipasi masyarakat pedesaan sangat diperlukan guna berhasilnya pembangunan tersebut, yang bertujuan dapat meningkatkan penghidupan masyarakat pedesaan. Setiap program pembangunan desa dimaksudkan untuk membantu dan memacu masyarakat desa membangun berbagai sarana dan prasarana desa yang dibutuhkan.

Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Pembangunan/ Phisik Desa Sidorejo, Kecamatan Kendal, Wiyono mengatakan bahwa, untuk tahun ini, Pemerintah Desa Sidorejo masih fokus pada pembangunan infrastrukturnya. Dari bantuan Dana Desa (DD)dan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun Anggaran 2016 digunakan untuk membangun Talud Lapangan dan normalisasi lapangan sepanjang 200 meter dan lebar 112 meter yang bertempat di Dusun Basri Desa Sidorejo, selain itu juga  merehab Jembatan Rao-Rao 4 x 3,5 meter dan 6,50 x 23 meter di Dusun  Basri, Desa Sidorejo. Untuk Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun Anggaran 2016 digunakan untuk membangun rabat jalan Dusun Manden sepanjang 198 meter dengan lebar 4 meter dan tinggi 12 cm, terletak di Dusun Manden, Desa Sidorejo, Kecamatan Kendal. Senin, (3/10).
Kepala Desa Sidorejo, Kecamatan Kendal, Djarman menerangkan bahwa untuk kegiatan pembangunan di desanya masih fokus untuk infrastruktur, jembatan dibangun guna menghubungkan jalan antar dusun dan normalisasi lapangan dan talud lapangan agar segera dapat digunakan kegiatan olah raga oleh warga masyarakat untuk mendukung bidang kemasyarakatan dan pemberdayaan. “Semua proyek pembangunan sudah saya percayakan pada TPK yang mumpuni dan bertanggungjawab, serta untuk kualitas hasil pembangunan Desa telah bekerja sama dengan konsultan, Mas.”terangnya.

Harapan ke depan, agar seluruh warga masyarakat Desa Sidorejo, Kecamatan Kendal ini bisa secepatnya menikmati dan menggunakan fasilitas yang telah dibangun itu, untuk meningkatkan taraf hidup dan penghasilannya sehari-hari, sehingga perputaran perekonomian di Desa Sidorejo semakin tinggi dan berkembang lebih baik. “Selain itu, meski saya baru menjabat sebagai Kepala Desa, saya akan berusaha semaksimal mungkin, menyelenggarakan kegiatan pemerintahan di Desa Sidorejo ini dengan jujur dan terbuka, mengutamakan kebersamaan, Mas.” Pungkasnya.