SELAMAT DATANG DI WWW.NGAWI-DATABERITA.BLOGSPOT.CO.ID*-KUMPULAN BERITAKU-*
Tampilkan postingan dengan label Pemerintahan Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemerintahan Daerah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 September 2017

Bupati Ngawi Lantik Serentak Ratusan Pejabat Eselon II, III Dan IV Di Lingkup Pemkab Ngawi


Ket.Photo : Bupati Ngawi,Ir. H. Budi Sulistyono lantik dan angkat sumpah janji para pejabat eselom II,III dan IV

Ngawi, SURYA INDONESIA

Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono lantik serentak dan angkat sumpah janji ratusan pejabat di lingkup Pemkab Ngawi mulai eselon II, III dan IV sebagai pucuk pimpinan sesuai kedinasan masing-masing pasca berlakunya Organisasi Perangkat Desa (OPD) yang baru di Benteng Van Den Bosch Ngawi, Selasa (3/1).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono, sejak pukul 06.00 WIB melantik sekaligus mengukuhkan 939 pejabat struktural dan 50 pejabat fungsional untuk menempati posisi dan jabatan baru di lingkup Pemkab Ngawi maupun kepala sekolah mulai SMP dan SMA sederajat terhitung mulai diambil sumpahnya.

Dari ratusan pejabat struktural yang baru di lantik 21 orang, diantaranya sebagai pejabat eselon II yang terbagi 19 orang sebagai kepala dinas dan 3 orang menduduki staf ahli bupati. “Sebelum OPD baru yang diberlakukan memang ada 14 dinas, tetapi mulai 1 Januari 2017  ini untuk Kabupaten Ngawi ini ada 19 dinas. Tetapi untuk staf ahli langsung dilakukan perampingan dari 4 orang staf ahli sesuai bidangnya masing-masing kini menyisakan 3 orang staf ahli. “Sesuai struktur organisai yang baru, mereka semua harus kita lantik lagi baik yang tetap, yang bergeser maupun promosi dan yang jelas mereka nanti ada penekanan secara tertulis dari kita menuju Ngawi yang spektakuler dan unggul dibidangnya masing-masing.”terang Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono.

Diakui, proses pelantikan terhadap ratusan pejabat tersebut memang sengaja dilakukan sebelum jam kerja dimulai untuk hari pertama di tahun 2017 ini. Begitu usai dilantik, kata Kanang panggilan Bupati Ngawi, setiap personal harus kembali ke satuan kerjanya masing-masing terlebih dahulu untuk melakukan cek dan ricek apakah di geser ataukah masih menempati di tempat yang dulu.

“Sebenarnya pelantikan ini dilakukan di penghujung tahun lalu sesuan injury time. Karena waktu itu baru proses persiapan maka pelantikannya dilakukan sebelum jam kerja di hari ini dan mereka harus segera mencari tahu apakah di geser atau masih tetap,”terang Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono.

Untuk pejabat dinas yang dilantik sesuai OPD baru antara lain, Budiono sebagai Keapala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Esti Wahyuni Dwi Suprapti menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPM dan PPTSP), Prasetyo Hari Adi,  Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Infokom), Yulianto Kusprasetyo, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BK2P) dan Slamet Purwono, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Sedangkan, Indah Kusumawardhani menduduki kursi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (D3PA dan KB), Yusuf Rosyadi, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja (DPP dan TK), Mohamad Arif Suyudi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BPPD) dan Setyono mendapat jatah sebagi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (KLH).

Sementara itu, Sugeng masih sama menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Sofyan, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Bambang Supriyadi sebagai Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) dan untuk Abimanyu masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan. Bambang Lestari Widodo masih duduk di tempat yakni menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan demikian halnya Sunito sebagai Kepala Dinas Pangan dan Perikanan, Marsudi masih sesuai induknya dulu sebagai Kepala Dinas Pertanian, Hadi Suroso, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU dan TR) dan di susul Purwono Broto Wasisto menahkodai sebagai Kepala Dinas Sosial (Dinsos).

Namun beban berat harus dipikul M. Sodiq Triwidiyanto kini menduduki di kursi Inspektur yang dulunya Inspektorat Kabupaten Ngawi. Selain itu, dia sendiri harus legowo menerima amanah sebagai Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ngawi pasca lengsernya Siswanto memasuki masa pensiun.

Dan terkhir ada tiga orang staf ahli Bupati yang baru dilantik mereka antara lain, Bambang Wiyono, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Didik Darmawan, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, Sumber Daya manusia dan Keuangan dan terakhir disusul Gigih Wiyono sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan.

Evaluasi Pelaksanaan Terbaik 10 Program Pokok PKK Tingkat Kabupaten Ngawi Di Desa Sambirejo

Ket. Photo : Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngawi, Hj. Antik Budi Sulistyono sedang menyampaikan sambutan


Ket. Photo : Photo Bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngawi, Tim Penggerak PKK Desa Sambirejo dan Kepala Desa Sambirejo beserta Muspika Kecamatan Ngrambe.

Ngawi, SURYA INDONESIA

Pemerintah Desa Sambirejo dalam rangka mengembangkan pemberdayaan masyarakat, telah mengalokasikan dana desa tahun anggaran 2016, salah satunya untuk menunjang program kegiatan ibu-ibu PKK Desa Sambirejo, Kecamatan Ngrambe. Kemuajuan dan perkembangan ibu-ibu PKK Desa Sambirejo, terlihat signifikan. Ini dibuktikan dengan kedatangan Ketua PKK Kabupaten Ngawi, Hj.Antik Budi Sulistyono, beserta tim PKK Kabupaten Ngawi,di halaman SDN Sambirejo, untuk memberikan evaluasi dan beberapa bantuan kepada Ibu PKK Desa Sambirejo, sebagai apresiasi yang positif guna memotivasi ibu-ibu PKK Desa Sambirejo agar tetap semangat dan terus maju, Senin, (28/11).

Kedatangan Ketua Tim PKK Kabupaten Ngawi, Hj. Antik Budi Sulistyono, beserta rombongan disambut meriah dengan mengalungkan rangkaian bunga kepada Ketua Tim PKK Kabupaten Ngawi dan pertunjukan seni budaya lokal. Terlihat hadir Muspika Kecamatan Ngrambe, Ketua BPD dan LPMD, Ketua PKK Desa Sambirejo, Kepala Desa se-Kecamatan Ngrambe, seluruh Ibu-ibu PKK Desa Sambirejo dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya Ketua PKK Kabupaten Ngawi, Hj.Antik Budi Sulistyono banyak memberikan masukan-masukan dan nasehat kepada Ibu-Ibu PKK Desa Sambirejo, diantaranya tentang sosialisasi penggunaan minyak goreng jangan sampai berjelantah. “Karena itu tidak baik untuk kita dan anak-anak kita. Dan juga tolong dihindari pemakaian obat perasa, pengawet dan pewarna pada makanan. Ini tidak bagus bagi kesehatan anak jika dikonsumsi oleh anak-anak kita, meskipun efeknya terlihat 10 sampai 16 tahun ke depan. Berarti ini perlu pengawasan dari ibu-ibu untuk masalah makanan yang akan dikonsumsi oleh anak-anaknya.”terangnya.

Lanjutnya, “Juga perlu diperhatikan pemberian sertifikat bagi balita yang baru lahir, karena surat ini sangat diperlukan untuk kegiatan pendidikan dan kesehatan. Agar dapat dikontrol imunisasi dan konsumsi gizinya guna pertumbuhannya. Dan tim kami dari Kabupaten Ngawi akan berhadapan langsung dengan panjenengan, agar masalah-masalah dan kekurangan dalam administrasi yang dialami oleh Tim PKK  Desa Sambirejo bisa dibenahi dan dicarikan solusinya,”jelasnya.
Menurut Kepala Desa Sambirejo, Kecamatan Ngrambe, Susilo bahwa, “Kegiatan PKK Desa Sambirejo ini telah berkembang dan berjalan dengan baik dengan digelontorkannya Dana Desa Tahun Anggaran 2016 ini, sangat membantu PKK Desa Sambirejo menyentuh setiap elemen-elemen masyarakat, khususnya perbaikan gizi buruk pada balita, pelatihan-pelatihan ketrampilan pada ibu-ibu PKK, dan juga memperhatikan kesehatan para lansia,”katanya.

Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Pemberdayaan Masyarakat Desa Sambirejo, Kecamatan Ngrambe, Sugiono, mengatakan bahwa,”Pemerintah Desa Sambirejo telah melaksanakan dan mengalokasikan dana desanya di tahun anggaran ini sesuai dengan APBDesa, salah satunya untuk pemberdayaan masyarakat melalui Program Kegiatan PKK Desa Sambirejo, Mas.”ujarnya.
Terpisah, Harapan Kepala Desa Sambirejo, Kecamatan Ngrambe, Susilo, “Dengan kedatangan Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngawi bersama rombongannya ini, dapat memacu semangat dan memberikan motivasi yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan kegiatan Tim Penggerak PKK Desa Sambirejo kedepannya,”katanya mengakhiri sesi wawancara ini. 

Bupati Ngawi Hadiri Kegiatan Pengembangan Desa Pertanian Padi Organik Di Desa Kletekan


Ket. Photo: Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono bersama USPIMDA Kabupaten Ngawi mengawali Panen Raya Padi Organik di Desa Kletekan, Kecamatan Jogorogo.

Ngawi, SURYA INDONESIA

Dalam Rangka Pengembangan Desa Pertanian Organik Padi Tahun 2016, pada hari Senin, 14 November 2016 di Desa Kletekan, Kecamatan Jogorogo diselenggarakan acara Kegiatan Hari Lapang Petani. Hadir dalam acara ini Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono, Wakil Bupati, Ony Anwar H., ST., MH., Ketua DPRD Dwi Riato Djatmiko,  SH., Uspimda Kabupaten Ngawi, Kepala SKPD terkait dan Petani Desa Kletekan, Kecamatan Jogorogo.

Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono dalam sambutannya mengatakan bahwa Padi Organik mulai dikembangkan tahun 2010 dimana tidak ada 1 hektar yang murni organik, tapi pada tahun  2013 sudah memperoleh sertifikasi Padi Organik di Desa Guyung, yang kemudian versi Padi Organik ini terus disebarkan sampai di Desa Kletekan.

“Lahan Padi  Organik ini sudah mencapai 20 hektar, sudah 3 kali panen  dan sudah sertifikasi, artinya terus ditanam Padi  Organik. Alasan penanaman Padi Organik adalah pertama, menjadikan tanah menjadi lebih sehat, karena tanpa pupuk kimia, kedua, kualitas beras menjadi lebih sehat dan yang ketiga, harga padi organik dua kali lipat dari beras biasa, ini akan menguntungkan bagi petani, karena dengan hasil panen yang  sama dan biaya produksi lebih rendah diperoleh harga jual yang tinggi.”jelasnya.

Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono akan memberikan hibah kepada Kelompok Tani ‘Lawu Subur’ berupa sapi ternak untuk dikembangkan, dan memberikan asuransi ganti rugi sebesar 6 juta per hektar, jika terjadi gagal panen padi organik.

Tahun 2016, Kabupaten Ngawi menargetkan luas lahan pertanian padi 129 ribu hektar, dan sekarang dengan kebersamaan telah mencapai mencapai 136 ribu hektar, dan semula panen 770 ribu ton gabah kering menjadi 783 ribu ton gabah kering. Sementara itu  konsumsi beras Kabupaten Ngawi hanya 150 ribu ton atau 20% dari hasil panen, sisanya 80% untuk penyediaan lumbung pangan nasional.

Di kesempatan acara kegiatan tersebut, Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono juga meresmikan pemakaian DAM  Kaliombo yang terletak di tengah-tengah area sawah, guna mengatur penggunaan air dari sumber untuk pengairan lahan pertanian.

Bupati Ngawi Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-52 Dan Resmikan VCT Di Puskesmas Jogorogo



Ket. Photo: Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono bersama Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar H., ST., MH., Setda Kabupaten Ngawi, Siswanto, Ketua DPRD Ngawi, Dwi Rianto Djatmiko dan Kepala Puskesmas Jogorogo, dr. Ririn Panca W.

Ngawi, SURYA INDONESIA

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke- 52, Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono memimpin upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52 tahun 2016 di halaman Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, Senin(14/11).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono membacakan sambutan tertulis dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F.Moeloek, Sp.M(K). Sambutan tertulis dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F.Moeloek, Sp.M(K) yang dibacakan Bupati Ngawi itu menyatakan bahwa pencegahan penyakit sangat tergantung pada perilaku individu. Didukung oleh kualitas lingkungan, ketersediaan sarana dan prasarana serta dukungan regulasi untuk hidup sehat. Diperlukan keterlibatan aktif secara terus-menerus dari seluruh komponen, baik pemerintah pusat maupun daerah, sektor non-pemerintah, dan masyarakat.

Dengan demikian, diperlukan sebuah gerakan untuk mendorong masyarakat agar berperilaku hidup sehat. Dengan tema peringatan HKN ke-52 tahun 2016,  “ Indonesia Cinta Sehat” dengan Sub Tema “Masyarakat Hidup Sehat, Indonesia Kuat’. Yang bermakna secara luas, seiring dengan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Sehingga saat ini penting sekali untuk mengedukasi masyarakat agar berperilaku sehat, mengajak mereka membiasakan hidup sehat, dan memberikan tanggung jawab menjaga diri sendiri, keluarga dan lingkungannya untuk hidup sehat.

Setelah selesai memimpin upacara, Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono meresmikan Voluntary Counselling and Testing (VCT) di Puskesmas Jogorogo. Diikuti oleh Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, Dwi Rianto Djatmiko, Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar H. ST., MH., Setda Kabupaten Ngawi, Siswanto, Kepala SKPD terkait dan dari Unsur Pimpinan Daerah Kabupaten Ngawi. Dalam acara peresmian klinik VCT tersebut, terlihat hadir juga, Camat Jogorogo Drs. Supriyadi, M.Si., Kepala Puskesmas Jogorogo, dr. Ririn Panca. W, Kepala Desa se-Kecamatan Jogorogo dan para tamu undangan dari Barisan Kesehatan Kabupaten Ngawi.

Dalam sambutannya, sebelum meresmikan Klinik VCT, Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono mengatakan bahwa, “Sebenarnya, keberadaan klinik VCT ini sangat diharapkan dapat memudahkan penanganan dan pengobatan terhadap warga yang terinfeksi HIV/ AIDS serta dapat membantu mengurangi infeksi HIV,” kata Budi Sulistyono.

Klinik VCT, lanjut Bupati Ngawi, diharuskan mampu memberikan layanan penanggulangan HIV/ AIDS, bukan saja melayani konseling dan tes HIV secara sukarela, tapi juga memberikan pengobatan dan perlindungan bagi penderita ODHA (orang dengan HIV/AIDS).

Budi Sulistyono juga mengharapkan dengan dibukanya layanan ruang operasi dan klinik VCT tersebut, menjadikan pelayanan di Puskesmas Jogorogo  bisa semakin meningkat, karena fasilitas yang dimiliki tidak kalah dengan rumah sakit.

“Saya harapkan pelayanan Puskesmas Jogorogo agar semakin meningkat setelah dibukanya ruang operasi dan klinik VCT, serta Puskesmas lainnya harus bisa bersaing dalam melayani penderita HIV/AIDS” pungkasnya.

Selasa, 19 September 2017

Dinas Kesehatan Adakan Sosialisasi Cegah Dini Penularan Dan Penanganan Infeksi Menular Seksual





Ket. Photo: (Kiri) Tim dari Dinas Kesehatan Ngawi bersama Sekcam Jogorogo dan Kepala Desa Dawung, (Kanan) Warga Dusun Dawung Krajan yang mengikuti sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan.

Ngawi, SURYA INDONESIA

Menurut pendataan Dinas Kabupaten Ngawi, Pertumbuhan penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV)/ Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) dari tahun ke tahun semakin meningkat. Tercatat sampai Bulan Oktober 2016 ini, telah mencapai 350 orang lebih penderita HIV/ AIDS. “Dari jumlah penderita tersebut, sekitar 150-an orang yang meninggal dunia,”kata Kepala Bidang Penanggulan Penyakit MenularDinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, Jaswadi, saat ditemui ditempat sosialisasi,  Rabu (13/10).

Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi telah mendirikan klinik Voluntary Counseling Test (VCT) sejak tahun 2014, di RSUD Ngawi dan Puskesmas Ngawi sebagai rujukan dalam menangani penderita HIV dan tes darah bagi orang yang beresiko tinggi. “Kita dari Dinas Kesehatan telah mendirikan klinik VCT ini untuk tes penyakit dan antisipasi penularan sedini mungkin. Pada tanggal 14 November 2016 nanti, dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 52, Bupati Ngawi akan meresmikan Klinik VCT di Puskesmas Jogorogo,”tuturnya.

Untuk itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi gencar-gencarnya turun langsung menjemput bola dengan mengadakan Kegiatan Sosialisasi Cegah Dini Penularan dan Penyebaran Infeksi Menular Seksual serta pemeriksaan darah gratis di seluruh desa yang ada di Kabupaten Ngawi, salah satunya di Dusun Dawung Krajan, Desa Dawung, Kecamatan Jogorogo. Terlihat hadir Tim dari Dinas Sosial yang dipimpin Jaswadi, Kabid Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, dr. Ririn P., Kepala UPTD Puskesmas Jogorogo, UPTD Dinas Sosial Kecamatan Jogorogo, Camat Jogorogo yang diwakili oleh Sekretaris Kecamatan Jogorogo, Kepala Desa Dawung, dan Kasun Dawung Krajan serta para pemilik warung dan pekerjanya.

Kepala Desa Dawung, Kecamatan Jogorogo, Agus Wawan S., memberikan sambutan yang baik atas kedatangan Tim dari Dinas Kesehatan Ngawi dan Tim dari Puskesmas Jogorogo serta perwakilan dari Kecamatan Jogorogo dan UPTD Dinas Sosial Kecamatan Jogorogo. “Saya sangat senang atas perhatian dari Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi yang telah memerhatikan dan peduli akan kesehatan warga masyarakat Desa Dawung, dengan adanya sosialisasi dan memeriksa secara gratis kepada warga di sini,”ujarnya.

Selanjutnya, dalam kesempatan tersebut, Jaswadi, Kabid Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Ngawi memberikan sosialisasi tentang bahaya penyakit infeksi menular seksual salah satunya HIV/ AIDS ini, dan cara pencegahannya secara dini. Sosialisasi pencegahan dini Infeksi Menular Seksual (IMS) bisa dikatakan berhasil, jika ditahun depan jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Ngawi bisa di tekan menurun. Adapun penyebaran virus HIV/ AIDS terbanyak dikarenakan tertular melalui hubungan seks bebas atau sering berganti pasangan. Sisanya ditularkan melalui penggunaan narkoba dengan jarum suntik, perilaku kaum gay, dan wanita pekerja seks (WPS). “Upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/ AIDS terus dilakukan. Diantaranya Dinas Kesehatan dan lembaga terkait terus melakukan pendampingan dan sosialisasi,”terangnya.

Sosialisasi dan pemeriksaan darah gratis terus menerus diberikan kepada masyarakat, baik umum maupun para peresiko tinggi, serta para penderita HIV/ AIDS bersama keluarganya, bahkan Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi tidak segan-segan mendatangi langsung ke cafe-cafe, karaoke dan warung remang-remang untuk sosialisasi hal tersebut.

Pihaknya mengakui bahwa saat ini masih banyak pandangan buruk dari masyarakat terhadap penderita HIV/ AIDS tersebut, sehingga penderita HIV/ AIDS dikucilkan dan tidak mendapatkan penanganan yang baik. “Dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat terkait penyakit ini, diharapkan mereka bisa menerima penderita HIV/ AIDS seperti orang normal lainnya dan memberikan dukungan agar tetap semangat menjalankan hidupnya, karena virus HIV/ AIDS ini tidak bisa menular melalui makan bersama, ciuman ringan, mandi bersama-sama di kolam renang. Virus HIV/ AIDS ini bisa menular hanya melalui hubungan seks berganti-ganti pasangan, penggunaan narkoba dengan jarum suntik, ibu hamil penderita HIV/ AIDS menyusui anaknya,”jelas Jaswadi kepada tamu undangan dan warga masyarakat yang hadir.

Dihimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak perlu takut lagi, bila Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi datang mengadakan sosialisasi dan pemeriksaan gratis di desanya. Juga diharapkan untuk mau saling bekerja sama demi suksesnya kegiatan pencegahan secara dini infeksi menular seksual dan penanganannya, sehingga jumlah penderita penyakit menular ini bisa ditekan menurun di tahun mendatang, syukur-syukur bisa dikendalikan dan dihentikannya penularannya dengan penanganan yang serius. Karena sekarang sudah dibuat Perda dan Pergub-nya untuk mengendalikan penyebaran HIV/ AIDS tersebut. “Selain itu, diharapkan seluruh masyarakat di Kabupaten Ngawi untuk memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga kesehatannya dan hidup berperilaku sehat, demi melindungi diri dan keluarganya dari bahaya penyakit menular ini,”pungkas Jaswadi.

Selasa, 12 September 2017

Bupati Ngawi Buka Jambore Kader PKK Tingkat Kabupaten Tahun 2016




Pembukaan Jambore Kader PKK Tingkat Kabupaten

Ngawi, SURYA INDO
Jambore kader PKK tingkat Kabupaten Ngawi (2016) berlangsung di Pendopo Widya Graha Kabupaten Ngawi. Acara Jambore PKK dibuka pada hari ini Selasa (24/5) oleh Bupati Ngawi, Ir. H. Budi sulistyono didampingi Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar, ST. Turut hadir seluruh  SKPD dilingkup Pemerintah Daerah Ngawi dan anggota PKK se-Kabupaten Ngawi. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari, mulai dari hari pertama pembukaan (24/5) sampai (25/5).

Dalam acara ini, Ibu Wakil Ketua TP PKK Dua, Ny. Mimin Siswanto, PKK  dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini terselenggara berdasar UU No. 33 tahun 2014, peraturan Menteri Dalam Negeri No. 1 tahun 2013 tentang pemberdayaan masyarakat melalui gerakan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga, keputusan Menteri Dalam Negeri No. 411.4.561 tahun 2010, keputusan Bupati Ngawi No. 18801/146/404.012/2016 tentang pembentukan TP PKK Kabupaten Ngawi serta Program prioritas TP PKK Kabupaten Ngawi tahun 2016. Adapun tujuan kegiatan ini yakni meningkatkan wawasan, pengetahuan persaudaraan dan persahabatan yang dapat memotivasi para kader yang berprestasi untuk meningkatkan kinerjanya dalam rangka mewujudkan keluarga yang ideal dan sejahtera.

Lebih lanjut Sekretaris PKK mengatakan bahwa tema Jambore Kader PKK tahun ini, “Melalui Jambore Kader PKK tingkat Kabupaten Ngawi tahun 2016, kita tingkatkan semangat dan kinerja kader untuk mewujudkan keluarga sejahtera, beriman dan bertakwa”. Dengan Tema ini diharapkan bisa meningkatkan peran kader PKK dalam melaksanakan gerakan PKK dan bisa mendapat kader PKK yang berprestasi, yang nantinya dapat mewakili Kabupaten Ngawi pada Jambore kader PKK tingkat Provinsi Jawa Timur pada tahun mendatang.

Bupati Ngawi, dalam sambutannya mengatakan dengan kegiatan Jambore PKK ini, saya berharap para kader-kader PKK se-Kabupaten Ngawi mampu menjadi ujung tombak  terdepan dalam membantu menyukseskan pembangunan Kabupaten Ngawi menuju Ngawi yang lebih baik,” ungkap Bupati dalam sambutanya disela-sela pembukaan acara Jambore. Selain membantu menyukseskan program Pemerintah Daerah, PKK juga berhasil meraih prestasi baik ditingkat Provinsi maupun Nasional.

Lebih lanjut dikatakan Bupati Ngawi, disamping kegiatan Jambore PKK kegiatan ini juga merupakan ajang untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan persaudaraan dan persahabatan dan meningkatkan peran kader PKK dalam mewujudkan keluarga yang ideal dan sejahtera , harap Bupati.

Bupati menambahkan, bagi pemenang Jambore ini nantinya bisa menjadi perwakilan untuk lomba Jambore PKK ditingkat Provinsi Jawa Timur nanti,  selamat bertanding semoga  sukses  ,”tutup Bupati Ngawi.

Kegiatan Jambore ini dilanjutkan dengan pelaksanaan lomba yang di bagi menjadi  6 yakni pokja  I,  lomba penyuluhan PKDRT, pokja II, lomba penyuluhan pemberdayaan ekonomi keluarga, pokja III, lomba penyukuhan pemanfaatan pekarangan guna meningkatkan ekonomi keluarga, pokja IV, lomba penyuluhan pencegahan dan deteksi dini kanker pada wanita, lomba yel-yel, serta lomba pidato dasa wisma

Dinkop Ngawi Selenggarakan Sosialisasi Pembinaan Keuangan Mikro Jawa Timur di Pendopo Wedya Graha




Ngawi, SURYA INDO

Pada tanggal 19 Mei 2016 di Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi diselenggarakan Penerimaan Kunjungan Wakil Gubernur Jawa Timur dalam rangka Sosialisasi Pembinaan Keuangan Mikro Dalam Rangka Mendukung Program Inklusi Keuangan di Jawa Timur dengan tema Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Melalui Koperasi Wanita Syariah. Acara Ini di hadiri Oleh Wagub Jatim, Syaifullah Yusuf (Gus Ipul ), Bupati Ngawi, Budi Sulistyono, Sekda Ngawi, Siswanto, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur, I Made Sukarta, dan diikuti Koperasi dan UMKM se-Jawa Timur.

Acara Sosialisasi diawali dengan perjanjian naskah kerjasama antara Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur dengan Ketua Ikatan Akuntan Indonesia Wilayah Jawa Timur diwakili Dra. Diana Sutedja, MSi, tentang Penguatan Daya Kelola Koperasi dan UMKM di Jawa Timur.

Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono dalam sambutannya mengatakan bahwa program inklusi keuangan yang perlu diperhatikan khususnya tentang koperasi wanita, dan perkembangannya di Kabupaten Ngawi luar biasa, di tahun 2009 ada 121 koperasi dengan modal 9,8 milyar dan luar biasa sekarang sudah mencapai 19,8 milyar. Dahulu koperasi mengalamu kelesuan, tetapi setelah koperasi wanita didirikan tahun 2009, muncul semangat tinggi yang akhirnya koperasi wanita bisa menyokong perekonomian keluarga.

Wakil Gubernur dalam sambutannya yang intinya mengatakan Koperasi jaya luar biasa, pasti bisa sejahtera. Wakil Gubernur Jawa Timur memberikan apreasi yang baik atas pengelolaan bantuan pemerintah oleh Koperasi-Koperasi wanita di Jawa Timur. Koperasi secara ideologis asli berasal Indonesia yang berdasar pada gotong royong, perekonomian yang berazaskan kerjasama. Secara sejarah Indonesia adalah negara yang suka gotong royong dan musyawarah. Karena wanita itu ulet dan istimewa makanya pemerintah memberdayakan perempuan dalam peran memajukan perekonomian. Dengan adanya Koperasi Wanita Syariah merupakan alternatif dalam memajukan perekonomian.

Dalam pidatonya, Gus Ipul juga menyampaikan bahwa para pengurus koperasi wanita sudah memperoleh bantuan dan sekarang tinggal bagaimana memberdayakannya, intinya agar bantuan itu berkembang dan nilainya berlipat-lipat, dan ia bersyukur bahwa koperasi wanita yang menerima bantuan di Kabupaten Ngawi dapat mengelola keuangan dengan baik.

Selanjutnya pada pukul 12.00 WIB kegiatan sosialisasi dengan tema “Pemberdayaan ekonomi keluarga melalui Koperasi Wanita Syariah” Sesi I, dengan moderator  Suharianto, MM, memaparkan materi pembahasan Pemberdayaan ekonomi wanita kreatif melalui koperasi dengan nara sumber  Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Prov. Jatim, Dr. Imron Mawardi, Sp. Ak. Sedangkan Strategi pengembangan pembiayaan Koperasi dan UMKM dengan nara sumber Kepala Seksi Pembiayaan Jasa Keuangan, Sutarto, SE, M.Si.

Sesi II dengan moderator Drs. Bambang. W, MM, membawakan materi pembahasan Praktek terbaik pengelolaan keuangan syariah, Koperasi Wanita Syariah dengan nara sumber Ketua Koperasi Primer Bueka As-Sakinah Kab. Sidoarjo, Dra. Hj. Siti Zubaidah. Pembentukan jaringan kerjasama usaha koperasi primer dan sekunder dengan narasumber Ketua pusat Koperasi Bueka As-Sakinah Kab. Sidoarjo, Dra. Hj. Nelly Astifani.

Pada pukul 12.45 WIB, Gus Ipul dengan didampingi Budi Sulistyono  alias Kanang meninggalkan pendopo Wedya Graha menuju helypad di Alon-alon Merdeka Ngawi selanjutnya takeoff meninggalkan Kabupaten Ngawi dengan menggunakan helikopter yang dilepas oleh Bupati Ngawi.